Peristiwa

Tanggul Lumpur di Gempolsari Meninggi, Rawan Jebol

Sidoarjo (beritajatim.com) – Volume air bercampur lumpur di tanggul kolam penampungan lumpur di Desa Gempol Sari Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo, semakin meninggi dan membuat kondisi tanggul sangat kritis dan rawan jebol.

Dari pantauan di lapangan, saat ini elevasi airnya mendekati bibir tanggul, bahkan bila terhempas oleh angin,  airnya bisa ke atas tanggul.

Humas PPLS Hengky Listria Adi mengakui, bahwa elevasi air di waduk tanggul titik P.67, saat ini memang mendekati bibir tanggul. Terutama di tanggul yang bulan November 2018 yang lalu mengalami ambles.

“Luas waduk tanggul titik P 67 tersebut 43, 98 Ha. Sementara air yang berada di waduk tersebut ketinggian sekitar 7 meter,” katanya kepada wartawan Jumat (25/1/2019).

Hengky menjelaskan, hingga saat ini PPLS terus berupaya mengurangi volume air dengan cara dilakukan over flow dialirkan ke drainase yang ada dan ke titik 42. PPLS juga mempompa air tersebut kemudian dilanjutkan ke titik 25. Di titik 42 maupun 25 sudah ada kapal keruk yang mengalir ke Sungai Porong.

“PPLS juga akan melakukan peninggian tanggul, saat ini ketinggian tanggul nya sekitar 8,5 meter. Rencana akan di tinggikan sampai 11 meter,” jelas Hengky.

Sementara itu, kondisi tanggul yang ada juga membuat warga Desa Gempolsari Kec. Tanggulangin merasa kekhawatiran air lumpur meluber dan tanggul jebol.
Di desa tersebut ada 7 RT, berpenduduk sekitar 500 KK atau sekitar 4 ribu jiwa.

“Setelah mengetahui tempat penampung air semburan lumpur Sidoarjo ini hampir meluber, warga selalu was-was dan resah kalau tanggul tersebut jebol,” kata Khoirul (30) warga RT 15 RW 4 Desa Gempolsari.

Khoirul menyatakan, kalau tanggul penahanan lumpur itu jebol ratusan rumah warga ini akan tenggelam.
“Warga di desa ini setiap harinya selalu resah, kawatir tanggul jebol,” papar Khoirul. (isa/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar