Peristiwa

Tanggul Kali Lamong Baru Digarap 50 Persen

Gresik (beritajatim.com) – Meluapnya Kali Lamong sedikit demi sedikit mulai teratasi. Pasalnya, tanggul Kali Lamong mulai digarap kendati progresnya baru 50 persen. Tanggul yang berasa di Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme, Gresik itu perbaikannya sudah mulai dilakukan.

Sebelumnya, dua desa di daerah tersebut. Yakni, Desa Tambakberas dan Jono kerap kali menjadi langganan banjir saat Kali Lamong meluap.

Jebolnya tanggul di wilayah kedua desa tersebut juga menyebabkan ratusan hektare tambak di sana terendam banjir. Termasuk tambak milik Nasrukin warga Desa Jono.

“Untung saja diperbaiki. Kalau tidak ada perbaikan setiap Kali Lamong meluap selalu merendam ke tambak,” ujarnya, Minggu (3/05/2020).

Saat ini, sudah satu alat berat dengan empat pekerja tengah memperbaiki tanggul itu. Tanah dari sekitar tanggul dikeruk untuk melapisi benteng kali itu hingga kokoh. Terlihat, baru setengah tanggul dengan tinggi 3 meter.

Sekertaris Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi yang mengecek ke lapangan menuturkan, dirinya mengapresiasi pengerjaan proyek tersebut. Namun, pengerjaan jangan sampai lengah dan tanggul yang dikerjakan harus benar-benar kokoh.

“Pengerjaan tanggul jangan asal-asalan. Sebab, kalau pengerjaan seenaknya bisa jebol lagi,” tuturnya.

Di lokasi itu terdapat dua wilayah kewenangan. Sebelah kanan kewenangan Pemkot Surabaya sebelah kiri milik Pemkab Gresik. Politisi PKB itu pun membandingkan tanggul keduanya yang sangat berbeda jauh.

“Lihat yang Surabaya pakai turap sehingga sangat kokoh,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jono Asrun mengaku, jebolnya tanggul tidak hanya di lokasi milik Desa Tambakberas. Di desanya juga kerap jebol dan menyebabkan banjir.

“Saat ini disana tanahnya longsor belum ada perbaikan sama sekali,” pungkasnya. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar