Peristiwa

Tanggul Brantas Dekat Tenda Pengungsi Banjir Jombang Ambrol

Seorang pengungsi di tanggul Sungai Kedunggabus sedang memperbaiki tenda darurat berbahan terpal, Rabu (17/2/2021). [Foto/Yusuf Wibisono]

Jombang (beritajatim.com) – Sudah jatuh tertimpa tangga. Itulah kata yang pas untuk para pengungsi yang ada di tanggul Sungai Brantas Desa/Kecamatan Bandarkedunglyo, Jombang. Pasalnya, tanggul yang tidak jauh dari tenda mereka juga mulai ambrol.

Untuk mengantisipasi, warga melakukan kerja bakti menutup lokasi tersebut. Warga memasang pagar bambu agar kendaraan roda empat tidak naik ke atas tanggul. Juga memasang penanda ranting-ranting bambu di lokasi ambrolnya tanggul tersebut. Jarak antara tenda darurat dengan tanggul ambrol tidak jauh, sekitar 20 meter.

Namun hewan ternak berada di sekitar tanggul kritis tersebut. “Benar, semalam ada tanggul yang ambrol. Kemudian kita melakukan kerja bakti untuk melakukan antisipasi. Termasuk menutup jalan menuju tanggul. Kita khawatir tiba-tiba tanggulnya amblas,” kata Kepala Desa Bandarkedungmulyo Zainal Arifin ketika dikonfirmasi, Rabu (17/2/2021).

Zainal mengatakan, hingga saat ini sekitar 400 warga Bandarkedungmulyo masih bertahan di tanggul Sungai Brantas. Mereka membangun tenda darurat untuk berteduh. Selain itu, terdapat 200 warga lainnya yang mengungsi di SDN Bandar Kedungmulyo. Warga belum berani kembali ke rumah, karena debit air kembali naik.

Pantauan pada pukul 13.00 WIB, banjir masih menggenangi rumah warga Dusun Kedunggabus, Desa Bandarkedungmulyo. Ketinggian air di jalan setinggi lutut orang dewasa, sedang di rumah setinggi pinggul.

Seperti diberitakan, banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Bandar Kedungmulyo disebabkan beberapa titik tanggul jebol. Diantaranya, tanggul Sungai Avur di Desa/Kecamatan Bandar Kedungmulyo jebol di dua titik. Yakni di Dusun Plosorejo dengan lebar kurang lebih 20 meter. Tanggul tersebut jebol pada Kamis (4/2/2021) sekitar jam tiga dini hari.

Pengungsi sedang membenahi tenda darurat di tanggul sungai Dusun Kedunggabus, Jombang, Rabu (17/2/2021). [Foto/Yusuf Wibisono]
Kemudian di Dusun Kedunggabus. Tanggul yang jebol di dusun tersebut sepanjang 10 meter. Sementara di Desa Gondangmanis tanggul jebol seluas 20 meter. Tepatnya di Dusun Prayungan. Lagi-lagi, air tersebut masuk area persawahan.

Juga di Desa Brangkal, tanggul Sungai Avur jebool di dua titik. Masing-masing sepanjang 10 dan 7 meter. Jebolnya tanggul ini sekitar pukul setengah enam pagi. Pada Sabtu (6/2/2021), banjir di Dusun Manisrenggo, Gondangmanis mulai surut.

Namun muncul lagi banjir baru di dua desa lainnya. Yakni Desa Pucangsimo dan Desa/Kecamatan Bandar Kedungmulyo. Banjir di Bandar Kedungmulyo ini cukup parah. Ketinggian air mencapai 2 meter. Ribuan warga meninggalkan rumah untuk mengungsi. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar