Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Tanggul Amblas, Ratusan Rumah di Tepi Bengawan Solo Wilayah Kanor Terancam

Bojonegoro (beritajatim.com) – Tanggul Sungai Bengawan Solo di Desa Kanor, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro amblas. Amblasnya tanggul sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut, jika tidak segera ditangani, bisa mengancam pemukiman warga dengan terdampak longsor maupun banjir dari luapan sungai.

Amblasnya tanggul sungai Bengawan Solo di Desa/Kecamatan Kanor itu sedalam kurang lebih 2,5 meter dan lebarnya mencapai 7 meter. Jarak antara bibir sungai Bengawan Solo yang longsor dengan pemukiman warga, juga tinggal kurang lebih 2 meter saja. Kondisi tanggul yang amblas itu sebenarnya sudah diketahui sejak satu bulan lalu oleh pihak pemerintah desa (Pemdes) desa setempat.

Kepala Desa Kanor, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro Jono mengatakan, amblasnya tanggul yang disertai longsoran itu semula hanya 10 centimeter saja, kini sudah melebar dengan kedalaman mencapai 2,5 meter. Terkait dengan longsor tanggul desa di bantaran Bengawan Solo itu, pihaknya mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Pemkab Bojonegoro.

“Kita sudah melaporkan kejadian ini ke BBWS dan pemkab. Rencananya, hari ini petugas BBWS akan meninjau lokasi longsor,” kata Jono, Selasa (7/12/2021).

Jono mengungkapkan, longsornya tanggul itu terjadi karena saat pembangunan tanggul pada tahun 2011 silam, pihak BBWS tidak memasang pancang paku bumi. Padahal, panjangnya tanggul ini sejauh 80 meter. “Itulah yang mungkin menyebabkan tanggul menjadi ambles dan mengancam pemukiman warga,” kata Jono.

Sementara itu, sebanyak tujuh kepala keluarga (KK) pemukimannya menjadi terancam. Tujuh rumah yang terancam dampak tanggul ambles itu tinggal berjarak 1 meter, hingga 7 sampai 10 meter. Hal itu diperparah dengan kondisi tanah yang rawan, sehingga mempermudah longsor menjadi semakin meluas. Longsornya tanggul juga mengancam 235 KK atau sebanyak 600 jiwa yang berada di lima RT.

“Jika ini tidak segera ditangani, sudah dipastikan sebanyak tujuh kepala keluarga akan direlokasi ke tempat yang lebih aman,” ungkap Jono. [lus/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar