Peristiwa

Tanah Longsor di Ampelgading Malang, 1 Orang Meninggal

Malang (beritajatim.com) – Tanah longsor menerjang wilayah Ampelgading, Kabupaten Malang. Setelah tertimbun tanah longsor kurang lebih 20 jam, warga asal Desa Tamansari Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Suliswanto (30) dinyatakan meninggal dunia.

Camat Ampelgading, Ahmad Sofie menjelaskan, korban Suliswanto pada Rabu (23/4/2021) kemarin, sedang mencari rumput di sebuah tebing di Desa Tamansari, Ampelgading.

Kata Sofie, tebing setinggi 70 meter tiba-tiba terjadi longsor. Padahal tidak ada hujan ataupun angin. Akhirnya, Suliswanto pun tertimbun tanah longsoran sekitar pukul 14.30 wib.

“Dan langsung dilakukan pencarian jam 17.30 kemarin. Melibatkan anggota BPBD, dan Polsek Ampelgading untuk mencari korban,” tegas Sofie, Kamis (22/4/2021).

Pencarian tersebut pun dilakukan hingga menjelang waktu azan Maghrib. Namun dihentikan karena terkendala kurangnya cahaya untuk mencari.

“Akhirnya kami hentikan dan dilanjutkan hari ini Kamis (23/4/2021) dan ketemu tadi,” papar Sofie.

Terpisah, Koordinator Lapangan Bazarnas, Ainul Mahdin menambahkan, korban ditemukan jam 10.45 di kedalaman sekitar 1,5 meter.

“Saat ditemukan tidak ada luka-luka. Diduga korban meninggal karena kehabisan oksigen,” tuturnya.

Selama pencarian, Ainul melibatkan 50 orang yang terdiri dari anggota BPBD Kabupaten Malang, dan juga anggota SAR.

“Dengan ditemukannya korban kami hentikan pencarian dan jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka tanpa dilakukan autopsi,” ujarnya.

Sekretaris BPBD Kabupaten Malang, Bagyo Setiono menduga longsor di tebing tersebut diduga karena angin kencang.

“Angin kencang tersebut menyebabkan tanah di tebing itu gugur (longsor). Dan kontur tanahnya berpasir,” imbuhnya.

Bagyo juga menghimbau untuk warga sekitar tidak mendekati daerah tebing itu. Pasalnya, dia memprediksi akan ada longsor susulan.

“Saya khawatirkan nanti ada longsor susulan karena bahaya kalau angin kencang,” Bagyo mengakhiri. [yog/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar