Peristiwa

Tanah di Ponorogo Keluarkan Bara Api Dipasangi Garis Polisi

Petugas memasang garis polisi di tanah tegal di Desa Kupuk mengeluarkan bara api.(foto : Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Jajaran Polsek Bungkal langsung sigap dengan fenomena aneh yang terjadi di Desa Kupuk Kecamatan Bungkal Ponorogo. Pihaknya mengupayakan untuk memasang police line/garis polisi di sepanjang 70 meter persegi tanah yang mengeluarkan bara api tersebut.

“Kami dari pihak kepolisan memasang garis polisi untuk keselamatan warga sekitar,” kata Kanit sabhara Polsek Bungkal Aiptu Suyitno, Kamis (26/9/2019).

Terlihat di tanah tegal itu ada 19 bekas titik api, namun hingga kini yang masih mengeluarkan asap dan api ada 12 titik. Suyitno menyebut dengan adanya garis polisi, warga yang melihat fenomena itu tidak terlalu mendekat. Karena dikhawatirkan di tanah yang mengeluarkan api bisa ambles. Karena di titik api tersebut lama kelamaan ambles dengan diameter 20 cm dengan kedalaman 30 cm. “Kalau warga melihat terlalu mendekat, dikhawatirkan bisa terjebak dan tanahnya ambles gitu,” katanya.

Diketahui sebelumnya, warga Desa Kupuk Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo digegerkan dengan adanya fenomena aneh. Salah satu tanah tegal milik warga mengeluarkan bara api. Padahal disitu tidak ada orang yang membakar sampah atau apa.

Kali pertama tanah tegal seluas kurang lebih 70 meter persegi itu mengeluarkan bara api sebenarnya sudah sejak sebulan yang lalu. Namun baru sepekan terakhir, banyak orang yang ramai melihat lokasi tersebut. Setelah vidio yang memperlihatkan fenomena tersebut viral di status WhatsApp. “Awalnya warga sini cuma lihat dari jalan, kalau tanah disitu mengeluarkan asap. Tapi sepekan ini banyak yang melihat mendekat,” kata Marmi, salah satu warga yang rumahnya dekat lokasi.

Marmi menyebut tanah itu retak dan mengeluarkan asap dan bara api ada satu titik. Namun hingga sekarang retakan itu tambah banyak dan titip apinya juga bertambah juga. “Dulu pernah disiram pakai air, seketika memang api mati. Namun beberapa jam kemudian kepulan asap keluar lagi dari retakan tanah itu,” pungkasnya.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Warga sekitar lokasi memagari tanah tegal tersebut dengan tali rafia. Agar warga tidak terlalu dekat untuk melihatnya, karena kondisi tanah tersebut retak-retak.(end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar