Peristiwa

Tanah Bara Api Ponorogo ternyata Pernah Ditanami Jagung dan Ketela

Ponorogo (beritajatim.com) – Tanah tegal di Desa Kupuk Kecamatan Bungkal Ponorogo yang mengeluarkan bara api, sebelumnya ditanami oleh tanaman jagung dan ketela. Terakhir dipanen ketela pada bulan Agustus lalu oleh pemiliknya bernama Bonatun.

Karena belum ada air, akhirnya tanah itu dibiarkan. Hingga sebulan yang lalu, tanah retak-retak dan mengeluarkan asap dan api.

”Waktu panen ketela itu belum ada apinya,” kata Senen, kerabat pemilik tanah saat ditemui beritajatim.com di sekitar lokasi, Kamis (26/9/2019).

Senen mengungkapkan pada medio tahun 2011 itu keadaannya cekung, sebab tanahnya dibuat untuk bahan baku genteng. Oleh pemiliknya dulu yang bernama Kasemi, digunakan untuk membuang limbah jamu tradisional. Kebetulan warga Desa Wringinanom Kecamatan Sambit itu usahanya pembuatan jamu tradisional.

”Jadi ampas dari rempah-rempah atau empon-empon setelah sarinya diambil dibuang ke tanah itu,” katanya.

Dua tahun kemudian, tanah berganti pemilik. Oleh Bonatun, pemilik yang baru tanah seluas kurang lebih 70 meter persegi itu diurug dengan tanah. Jadi, kata Senen limbah jamu itu dikubur oleh tanah urug tersebut.

”Setelah rata dengan tanah urug, lahan itu ditanami jagung dan terakhir ketela. Hasil panennya pun bagus,” ungkap Senen.

Namun sejak sebulan lalu tanah itu mengalami retak-retak dan ambles. Bukan itu saja, juga mengeluarkan asap dan api. Senen berharap api itu segera bisa dipadamkan, dan tanah itu bisa kembali seperti semula yang bisa ditanami tanaman lagi.

”Retakan tanah itu sampai menghitam, mungkin terbakar dari dalam tanah. Penginnya seperti sedia kala bisa ditanami jagung atau ketela,” pungkasnya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar