Peristiwa

Takut Terdampak Radiasi, Warga Kertosari Demo Tolak Pendirian Tower Telekomunikasi

Warga Kelurahan Kertosari melakukan demo di depan balai kelurahan. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Puluhan warga dari RT 04 RW 03 lingkungan Kertosari Selatan Kelurahan Kertosari Kecamatan Babadan Ponorogo melakukan demo di depan balai kelurahan setempat. Mereka berunjuk rasa tentang penolakan pembangunan tower telekomunikasi di salah satu tanah warga di lingkungan tersebut. Pengunjuk rasa merasa kecolongan saat perizinan tingkat bawah saja belum clear, namun Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) tiba-tiba sudah keluar dan saat ini pembangunan pendirian tower telekomunikasi sedang berlangsung.

“Pada intinya warga dari awal sosialisasi pembangunan tower ini sudah menolak. Sebab tidak ada dampak positif yang diterima warga,” kata Ketua RT 04 RW 03 Lingkungan Kertosari Selatan, Dudin Siswanto, Rabu (15/7/2020).

Dudin menyebut sebagian warga menolak, bahkan kedua warga yang tanahnya berbatasan langsung pun juga menolak dengan membuat surat pernyataan penolakan bermaterai. Mereka khawatir dengan pendirian tower tersebut, warga terdampak akan bahaya radiasi yang ditimbulkan nantinya. Selain itu warga juga takut jika tetap dibangun, akan mempengaruhi harga tanah di sekitar lokasi.

“Pendirian tower ini juga berdampak dengan kerukunan warga di RT 04 RW 03, warga jadi terpecah belah,” katanya.

Sementara itu Camat Babadan Suseno menyebut forum pimpinan kecamatan (Forpimka) sebelumnya sudah mengumpulkan warga dengan pengembang. Dalam pertemuan itu belum ada titik temu, malah terjadi perdebatan sengit. Akhirnya warga mengirim surat kepada Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), dengan harapan ada penyelesaian yang komprehensif.

“Saat kita masih menunggu, tiba-tiba IMB sudah turun. Sebenarnya kami juga sudah komunikasi dengan DPM-PTSP, supaya diclearkan dulu yang permasalahan dengan warga,” katanya.

Mungkin merasa kecolongan, akhirnya warga protes dengan mengadakan demo ini. Suseno akhirnya mengambil langkah untuk menjadwalkan pertemuan kembali. Ke depan pihaknya akan mendatangkan secara lengkap, baik dari warga maupun dari dinas-dinas terkait, supaya ada titik temu yang bisa diterima semua pihak.

“Tuntutan warga ini tidak serta merta harus diputuskan hari ini. Akan kami jadwalkan pertemuan selanjutnya secara lengkap, supaya masalah ini cepat terselesaikan,” pungkas Suseno. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar