Peristiwa

Takut Roboh, Warga Desa Ngrupit Kembali Demo Tolak Pendirian Menara Telekomunikasi

Ponorogo (beritajatim.com) – Puluhan warga lingkungan Ledokan Dusun Tenggang Desa Ngrupit Kecamatan Jenangan kembali melakukan demo halaman kantor desa setempat. Tuntutan warga tetap sama seperti pada demo pertama pada waktu pertengahan Maret lalu, yakni menolak pendirian menara telekomunikasi di lingkungan mereka.

“Intinya tuntutan warga tidak ingin ada pembangunan tower seluler di desa kami, itu saja,” kata kordinator aksi Suyono, Selasa (27/10/2020).

Suyono menyayangkan sikap pengembang yang selama ini mengacuhkan protes warga. Meski belum bisa menunjukkan izin, namun pengembang malah tetap membangun menara telekomunikasi tersebut. Bahkan saat ini, menara tersebut sudah berdiri menjulang tinggi. “Belum bisa menunjukkan izin, ini malah sudah dibangun tegak setinggi kira-kira 30 meter,” katanya.

Sementara itu perwakilan dari pengembang Amri Aulia Rohman menyebut jika perizinan pendirian menara telekomunikasi tersebut masih dalam proses. Amri menyebut jika perizinan untuk pendirian menara telekomunikasi memang cukup lama. “Izin masih diproses, ada kok bukti tanda terimanya,” kata Amri Aulia Rahman.

Terkait adanya penolakan dari warga ini, Amri mengaku akan melakukan mengecek kembali administrasinya. Apakah warga yang menolak itu, warga yang berada di dalam atau di luar radius. Kalau memang berada di dalam, pihaknya akan melakukan mediasi dan bermusyawarah kepada yang bersangkutan. “Kami tidak gegabah, kami akan ikuti proses prosedur yang berlaku,” pungkasnya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar