Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Tak Terima Ditilang, Sopir Truk Blokir Jalur Pantura Tuban Akhirnya Minta Maaf

Foto tangkapan layar video yang beredar viral truk sapi yang melakukan pemblokiran Jalur Pantura Tuban.

Tuban (beritajatim.com) – Setelah videonya sempat viral gara-gara melakukan pemblokiran jalan di jalur Pantura Tuban lantaran tidak terima saat ditilang, sopir truk bermuatan sapi yang juga terdapat banyak orang di atas baknya akhirmya mengakui kesalahannya, Kamis (16/9/2021).

Terdapat dua orang sopir truk yang akhirnya meminta maaf setelah mengakui kesalahannya lantaran melanggar lalu lintas dan kemudian berbuntut pemblokiran jalan dengan melintangkan truk di tengah jalan. Yang mana dua pengemudi truk diesel pengangkut sapi itu berasal dari wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Data yang dihimpun beritajatim.com, pengemudi truk pengangkut sapi yang telah melakukan pemblokiran jalan di Jalur Pantura Tuban dengan melintangkan kendaraannya di tengah jalan diketahui bernama Sugianto (38), asal Bourno, Kabupaten Bojonegoro. Sugianto telah mengakui perbuatannya telah melanggar aturan lalu lintas karena mengangkut banyak orang di atas truknya.

“Saya Sugianto, pengemudi truk yang muatan sapi yang ada orangnya di bak terbuka. Saya mohon maaf kepada jajaran kepolisian, khususnya Satlantas Polres Tuban peristiwa tersebut yang sempat viral di media sosial dan tidak akan mengulanginya lagi,” terang Sugianto, dalam video permintaan maaf saat berada di Sat Lantas Polres Tuban.

Selain Sugianto, pengemudi truk bermuatan sapi  dan banyak orang di bak bagian atasnya yang telah mengakui kesalahannya adalah Ashari (48), asal Kepohbaru, Bojonegoro. Ia juga telah menyadari perbuatannya dan juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

“Sekali lagi saya minta maaf dan tidak akan mengulanginya lagi,” unkap Ashari.

Sementara itu, terkiat dengan kejadian itu aksi para sopir yang sempat viral gara-gara memblokir jalur Pantura Tuban itu, Kasat Lantas Polres Tuban menegaskan bahwa peristiwa itu terjadi hanya sebentar. Saat kejadian itu sempat membuat arus lalu lintas di jalan itu sedikit tersendat.

Permintaan Maaf Sopir Truk

“Kalau macet berjam-jam itu gak, dan memang arus lalu agar tersendat, tapi itu tidak lama. Penilangan yang dilakukan petugas sesuai Pasal 303 UU lalulintas tentang kendaraan bak terbuka yang digunakan mengangkut penumpang. Dan pasal 289 UU Lalu lintas, karena penumpang di depan tak menggunakan sabuk pengaman,” jelas AKP Arum Inambala, Kasat Lantas Polres Tuban.

Sebagai upaya untuk meminimalisir kejadian serupa kembali terulang, Satlantas Polres Tuban akan gencar melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap para sopir bak terbuka supaya tidak digunakan mengangkut penumpang. Termasuk, kendaraan pengangkut pakan ternak yang mengangkut muatan berlebihan atau over kapasitas yang dapat membahayakan kendaraan lain.

“Sosialisasi dan edukasi akan kita gerakan utamanya untuk sopir truk. Termasuk menjelaskan tatacara muatan jangan sampai melebihi muatan atau over dimensi,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah video viral sejumlah sopir truk bermuatan sapi yang melakukan pemblokiran jalan di seputaran pos Pakah, Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Tuban. Aksi pemblokiran itu diduga karena sopir tidak terima saat ditilang oleh polisi.[mut/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar