Peristiwa

Tak Pulang Hingga Malam, Bocah 10 Tahun Ditemukan Tewas Tenggelam

Petugas kepolisian dan Tim Sar dibantu warga mencari korban di sekitar sungai Jarakan. [Foto: Polsek Ponorogo]

Ponorogo (beritajatim.com) – Warga di sekitar Sungai Jarakan, Kelurahan Banyudono, Ponorogo, digegerkan dengan penemuan jasad manusia di sungai tersebut, Minggu (3/11/2019) malam. Korban tenggelam itu diketahui berinisial RA (10), warga Kelurahan Keniten, Ponorogo.

“Memang benar tadi malam ditemukan seorang bocah tenggelam di Sungai Jarakan,” kata Kapolsek Ponorogo AKP Haryo Kusbintoro, Senin (4/11/2019) pagi.

Kronologi penemuan bocah tenggelam itu berawal saat korban keluar rumah tanpa pamit sekitar pukul 17.00 WIB. Karena sampai malam belum pulang-pulang, keluarga berinisiatif mencari dan menanyakan kepada temannya, namun temannya tidak ada yang mengetahui.

Kemudian paman korban yang bernama Nanang berusaha mencari di sekitar sungai Jarakan. Karena selama ini korban memang sering bermain di sungai tersebut. “Dari situ ada petunjuk, sepeda angin milik korban ditemukan berada di area makam dekat sungai. Kemudian Paman korban lapor kepada kami,” katanya.

Malam itu, Paman korban bersama petugas kepolisian dan tim Sar menyusuri sungai. Walhasil, ada pukul 20.00 WIB korban ditemukan dalam keadaan meninggal. Setengah jam kemudian jasad korban berhasil dievakuasi dari sungai. “Jasad korban langsung dibawa ke ruang jenazah RSUD dr. Harjono untuk diperiksa,” kata Haryo.

Dari hasil pemeriksaan, kata Haryo, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Dengan kata lain, korban meninggal karena tenggelam di sungai. Pihak keluarga menerima atas kematian korban dan meminta kepada pihak kepolisian agar tidak dilakukan autopsi.

“Kelurga menerangkan bahwa korban mempunyai riwayat penyakit epilepsi (ayan). Mereka menerima kematian korban sebagai musibah,” pungkasnya. [end/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar