Peristiwa

Tak Pakai Masker, Warga Sidoarjo Digiring ke Kuburan

Sidoarjo (beritajatim.com) – Sejumlah personel gabungan dari Polri, TNI dan Satpol PP, berdiri menyebar di sekitaran pintu masuk perumahan Delta Sari, Waru, Sidoarjo, Senin (31/8/2020). Tidak sedikit pengendara roda dua maupun roda empat yang terkejut dengan adanya razia implementasi dari Inpres Nomor 6 tahun 2020.

“Hasilnya dari razia protokol kesehatan sore ini, kami dapati sebanyak 26 orang pelanggar yang tidak memakai masker,” ujar Wakasatlantas Polresta Sidoarjo AKP Toni Irawan di lokasi.

Atas pelanggaran yang mereka lakukan, sesuai dengan inpres nomor 6 tahun 2020 tentang peningkatan disiplin serta penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19, petugas memberikan sanksi sosial.

Sanksi sosial bagi 26 pelanggar itu di antaranya; menyanyikan lagu wajib nasional, kemudian melakukan permohonan maaf agar tidak mengulangi perbuatannya kembali. Terakhir, mereka digiring ke makam Islam di Desa Waru. Para pelanggar mengenakan rompi berwarna oranye bertuliskan pelanggar protokol kesehatan. Di tempat tersebut mereka diminta menyapu dan membersihkan makam.

Terkait masih rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya memakai masker, atau mematuhi protokol kesehatan dalam pencegahan penularan Covid-19, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji mengatakan, agar masyarakat peduli akan keselamatan diri sendiri juga orang lain. Salah satunya adalah penggunaan masker yang dapat mencegah penyebaran virus corona.

“Dimana-mana edukasi protokol kesehatan sudah disampaikan, berbagai imbauan bahkan hingga razia lengkap penindakannya sudah kami lakukan. Namun sayangnya masyarakat susah untuk sadar,” ujarnya.

“Mereka belum bergerak bersama melawan Covid-19 melalui penegakan disiplin protokol kesehatan. Mari terus patuhi peraturan ini agar upaya memutus mata rantai virus dapat segera tercapai,” pungkas Sumardji. [isa/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar