Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Tak Pakai Masker, Warga Lamongan Disuruh Push Up

Pelanggar prokes di Lamongan yang dijatuhi sanksi push up di tempat, Kamis (3/3/2022).

Lamongan (beritajatim.com) – Dalam rangka menekan penularan Covid-19 di Kabupaten Lamongan, petugas gabungan terus menggalakkan Operasi Yustisi penegakan protokol kesehatan (Prokes). Ternyata masih ada belasan orang yang didapati melanggar dan tak mengenakan masker.

“Ada 15 warga (pelanggar Prokes) terjaring di Alun-alun dan pasar kota Lamongan,” kata Bripka Sumantri, salah satu petugas yang terlibat dalam Operasi Yustisi, Kamis (3/3/2022).

Menurut Sumantri, Operasi Yustisi ini digelar berlandaskan Inmendagri Nomor 13 tahun 2022 tentang PPKM Level 4, Level 3 dan Level 2 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali. Sedangkan, saat ini Lamongan termasuk level 3.

“Petugas gabungan yang terlibat dalam operasi ini terus memelototi kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan Prokes, dengan waktu dan lokasi yang diacak,” terangnya.

Bagi para pelanggar Prokes, lanjut Sumantri, maka mereka akan dijatuhi sanksi atas pelanggaran yang dilakukan, serta mendapatkan edukasi dari petugas, agar lebih memahami pentingnya disiplin Prokes.

“Kami memberi saksi dan teguran lisan kepada masyarakat yang melanggar Prokes. Salah satu sanksinya adalah push up di tempat,” tegas Sumantri.

Lebih jauh, Sumantri megungkapkan, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Lamongan per tanggal 2 Maret 2022, tercatat sebanyak 289 kasus aktif Covid-19. Meski jumlah tersebut mengalami penurunan dari sebelumnya, ia menyebut, Operasi Yustisi ini tetap akan digelar tiap hari.

“Operasi Yustisi akan terus digelar setiap hari,” kata pria yang merupakan anggota Sat Intelkam Polres Lamongan sembari mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa menaati Prokes, karena Covid-19 masih ada. [riq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar