Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Tak Miliki Semangat Bekerja Ini Ciri Gejala Ergofobia, Sindrom Takut Kerja

Yan Krukov, pexels

Surabaya (beritajatim.com) – Pernahkah Anda merasa malas, bahkan sampai takut bekerja? Gejala tersebut bisa saja menjadi ciri Anda terkena ergofobia, atau sindrom malas bekerja.

Melansir dari laman House psych, Kamis (23/9/2021) gejala ergofobia ditandai dengan ketakutan akan pekerjaan, atau hal-hal yang melibatkan keterampilan, kemampuan, pengetahuan, dan ketekunan khusus. Secara garis besar seorang ergofobia takut jika dirinya tidak mampu bekerja, melakukan tugas penting dari atasan, hingga takut tertinggal dari rekan sesamanya. Berikut ini beberapa ciri seseorang terkena gejala ergofobia yang dilansir dari berbagai sumber:

Mudah cemas dan ketakutan

Mereka kerap kali terjebak dalam situasi yang penuh ketegangan dan perasaaan takut. Seperti takut kehilangan kendali diri atau tidak bisa mengendalikan situasi. Kecemasan yang irasional ini berasal dari emosi yang selalu negatif, yang merusak kemampuannya untuk berfungsi secara normal.

Takut gagal

Seseorang yang menderita ergofobia, terus menerus merasa tidak akan berhasil atau takut gagal. Ia juga berpikir dapat mengacaukan pekerjaannya jika mengambil langkah terburu-buru. Jika rasa takut akan kegagalan dalam aktivitas profesional menghantui ergofobia tanpa henti, maka mereka merasakan bahwa dirinya pasti akan gagal. Ini juga menimbulkan perasaan tidak mau mencoba atau mengambil langkah baru, karena takut akan terulang kedua kalinya.

Menghindari orang lain

Sering cemas dan ketakutan membuat seorang ergofobia kehilangan semangat untuk bekerja. Selain itu mereka juga sengaja menghindari kontak dengan sesuatu yang memicu rasa takut dan kecemasan. Jika mereka tidak segera ditangani, penderita ergofobia mungkin mulai menyakiti atau membatasi hidup mereka dalam jangka panjang.

Serangan panik

Penderita ergofobia juga sering mengalami serangan panik. Gejalanya dapat terjadi tiba-tiba dan tanpa tanda atau peringatan sebelumnya. Serangan panik dapat menyebabkan gejala fisik seperti: mudah berkeringat, gemetaran, menggigil, sesak napas atau kesulitan bernapas, detak jantung cepat, mual, sakit kepala dan pusing, hingga mati rasa atau kesemutan. [rsf/esd]

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar