Peristiwa

Tak Kunjung Pulang, Petani Ponorogo Tewas di Sumur

Tim gabungan saat melakukan evakuasi korban. [Foto/Polsek Kauman]

Ponorogo (beritajatim.com) – Peringatan kepada para petani yang mempunyai sumur pompa air di sawah. Diharapkan selalu hati-hati jika berada di sekitar sumur, lokasi sumur yang becek bisa memungkinkan hal-hal yang tidak diinginkan. Pasalnya, kejadian petani tewas di dalam sumur kembali terjadi di Ponorogo.

Setelah pada awal Januari lalu menimpa petani di Desa Lengkong Kecamatan Sukorejo, kali ini dialami oleh Moh. Saiful Anwar, yang tewas di sumur pompa air di area persawahan Dukuh Bentong Desa Semanding, Kecamatan Ponorogo, Rabu (5/1/2020) malam.

“Tadi malam kami bersama tim gabungan dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana), polisi dan TNI mengevakuasi petani yang tewas di dalam sumur,” kata Kapolsek Kauman Kompol Nyoto, Kamis (6/2/2020).

Kejadian itu pertama kali diketahui oleh istri korban. Dia curiga hingga malam korban tidak kunjung pulang dari sawah. Sampai di TKP istrinya mendapati korban sudah dalam posisi tertelungkup di dalam sumur pompa air dengan kedalaman kurang lebih 4 meter.

“Karena sudah mengetahui jika suaminya meninggal, sang istri meminta anggota keluarga lainnya untuk melaporkan kejadian tersebut kepada kami,” katanya melanjutkan.

Mendapatkan laporan tersebut, Polsek Kauman langsung berkordinasi dengan BPBD Ponorogo dan Koramil Kauman untuk melakukan evakuasi korban. Selain itu juga berkordinasi dengan Puskesmas Kauman untuk memeriksa korban setelah berhasil diangkat ke atas.

Hasil pemeriksaan medis, korban yang mempunyai tinggi badan 169 cm itu meninggal diduga karena kehabisan oksigen. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuhnya. Setelah itu, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. “Tidak ada tanda-tanda penganiayaan, keluarganya menerima kejadian ini sebagai musibah,” pungkasnya. [end/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar