Peristiwa

Tak Hanya Cangkrukan Bareng, Cak Machfud Tangkap Harapan Warga Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Calon Wali Kota nomor urut dua Machfud Arifin sangat lekat dengan warga Kota Surabaya. Bahkan, Cak Machfud tidak sungkan untuk menyantap makanan bersama masyarakat di warung kecil pinggir jalan.

Jika sebelumnya pria kelahiran Ketintang ini menikmati sate kelapa, kali ini giliran nasi bungkus menjadi hidangan. Bukan Cak Machfud namanya jika hanya sekedar menyantap makanan bersama warga saja namun ia juga mendengarkan keluh kesah dan harapan dari warga.

Ini dilakukan lantaran Cak Machfud memiliki komitmen yang kuat untuk memperjuangkan kebutuhan dan kepentingan masyarakat bila nanti diamanahkan untuk menjadi orang nomor satu di pemerintahan. Dalam kesempatan ini, kebetulan mantan Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim Jokowi-Ma’ruf tersebut berdialog dengan tenaga outsourcing dari pemerintah kota.

Tenaga outsourcing ini terdiri dari tenaga kebersihan seperti tenaga pembersih jalan dan tenaga pengangkut sampah serta tenaga perawat taman. Di tengah menyantap nasi bungkus, salah satu warga bernama Karyono berharap agar Cak Machfud terus memperluas lapangan kerja.

Salah satunya dengan terus memberdayakan tenaga outsourcing di lingkungan pemerintahan kota. Tak hanya itu, ia juga berharap di masa mendatang kesejahteraan masyarakat menjadi perhatian penting pemerintah kota.

“Tolong Pak Machfud Arifin, jika nanti diamanahkan menjadi Walikota Surabaya, kesejahteraan kami diperhatikan,” ujar Karyono.

Bak gayung bersambut, Cak Machfud menuturkan kesejahteraan seluruh masyarakat Kota Surabaya merupakan prioritas, termasuk tenaga outsourcing. Menurutnya, tenaga outsourcing sangat diperlukan untuk menjaga dan merawat Kota Pahlawan.

“Kita membangun dan merawat Kota Surabaya ini tidak bisa sendirian, harus bersama-sama karena itu tenaga outsourcing akan selalu dibutuhkan. Tagline saya adalah Maju Kotane, Makmur Wargane, tidak mungkin kesejahteraan para outsourcing ini saya kesampingkan, Insya Allah pasti akan saya perhatikan dan perjuangkan di pemerintahan,” tutur Cak Machfud.

Selain itu, mengingat pekerjaan yang terus dilakukan di luar ruangan, Cak Machfud juga berkomitmen agar para tenaga outsourcing mendapatkan asupan gizi lebih dari pemkot seperti multivitami dan sarapan. Dalam hal ini tunjangan kesehatan untuk para tenaga outsourcing juga menjadi pertimbangan Cak Machfud bila nanti diamanahkan menjadi Walikota Surabaya.

“Seperti jaminan kesehatan untuk keluarga, multivitamin dan sarapan bergizi masuk dalam pertimbangan kami jika nanti berada di pemerintahan. Mereka ini bekerja untuk menghidupi keluarga di rumah jadi sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk mendukung kesejahteraan para outsourcing ini,” ujarnya.

Terakhir, Cak Machfud juga telah mempersiapkan program untuk memperluas lapangan kerja bagi masyarakat. Ia menargetkan membuka 100 ribu lapangan kerja agar seluruh masyarakat Surabaya terjamin kesejahteraannya.

Penciptaan lapangan kerja ini juga dapat dilakukan dengan menghidupkan kembali pasar tunjungan dan pasar turi yang telah lama mati.

“Pasar juga harus dipandang sebagai salah satu penyedia lapangan kerja, seperti halnya di Pasar Turi, itu terdapat 10 ribu pedagang. Jika setiap pedagang memiliki 2 pegawai, dari situ saja sudah menyerap 20 ribu tenaga kerja, inilah yang akan saya perjuangkan di masa mendatang,” pungkasnya.

Selepas menikmati nasi bungkus dan secangkir kopi bersama tenaga outsourcing Surabaya, Cak Machfud melanjutkan olahraga paginya dan kembali ke kediaman untuk mempersiapkan diri menyapa masyarakat lain. Hal ini menunjukkan jika pemimpin yang dikenal peduli tersebut berkomitmen untuk menyapa seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama membangun Kota Surabaya menjadi lebih baik dari saat ini. (hen/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar