Peristiwa

Tak Ada Demo, Buruh Pabrik di Jombang Kesurupan Massal

Seorang buruh yang mengalami kesurupan dibopong oleh teman-temannya

Jombang (beritajatim.com) – Meski tak ada demonstrasi menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja, namun kericuhan terjadi di pabrik sepatu/sandal PT Pradipta Perkasa Makmur yang ada di Jl Raya Sumobito, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Jombang, Kamis (8/10/2020).

Secara tiba-tiba, belasan buruh itu mengalami kesurupan massal. Mereka berteriak-teriak tak karuan. Bahkan ada yang teriakannya cukup panjang Selanjutnya, buruh yang kesurupan itu dibopong oleh rekan-rekannya ke salah satu ruangan untuk ditenangkan.

Awalnya yang mengalami kesurupan hanya satu orang. Namun kemudian menjalar ke buruh lainnya hingga belasan orang. “Saat karyawan melakukan produksi, tiba-tiba ada yang kesurupan. Bermula satu orang, kemudian menjalar ke sekitar 14 sampai 15 orang. Rata-rata adalah buruh perempuan,” ujar Kepala Sekuriti PT Pradipta Perkasa Makmur, Irwan Yulianto.

Pabrik sepatu/sandal PT Pradipta Perkasa Makmur yang ada di Jl Raya Sumobito, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung

Irwan menjelaskan, kesurupan di pabrik tersebut bukan hanya kali ini. Namun beberapa waktu sebelumnya juga ada kejadian serupa. Pihak manajemen kemudian meminta bantuan paranormal untuk mengatasi kejadian tersebut. Buruh yang kondisinya sudah tenang langsung diantarkan ke rumahnya masing-masing.

“Sudah sering kejadian seperti ini (kesurupan). Kita sendiri tidak tahu apa penyebabnya. Yang pasti terjadinya kesurupan di divisi finishing. Tadi kita minta bantuan paranormal untuk menetralisir keadaan. Mudah-mudahan tidak akan terjadi lagi,” pungkasnya. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar