Peristiwa

Tak Ada Bus Beroperasi di Terminal Arya Wiraraja Sumenep

Terminal Arya Wiraraja Sumenep sebelum pandemi Covid-19

Sumenep (beritajatim.com) – Pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta dan Surabaya berimbas terhadap lalu lintas bus antar kota dalam provinsi (AKDP) dan antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Arya Wiraraja Sumenep.

“Sehari setelah pemberlakuan PSBB di Surabaya, tidak ada satupun bus yang berangkat maupun datang di Terminal Arya Wiraraja,” kata Koordinator Satuan Pelayanan (Satpel) Terminal Arya Wiraraja Sumenep, Imam Handoko, Kamis (30/4/2020).

Ia menjelaskan, pada 28 April 2020 saat hari pertama diberlakukannya PSBB di Surabaya, di terminal Sumenep hanya ada dua bus yang berangkat, yakni jurusan Probolinggo dan Muncar. “Sedangkan bus yang masuk ke terminal Sumenep tidak ada sama sekali sejak 28 April itu,” terangnya.

Ia menjelaskan, sudah sekitar 1 bulan belakangan ini, jumlah penumpang bus turun drastis. Penumpang hanya tinggal 10-20 persen dibanding masa sebelum Covid-19. “Tetapi setiap hari masih ada bus yang berangkat. Hanya saja jumlahnya sedikit. Bahkan ada yang sudah berangkat sampai Pamekasan terpaksa kembali lagi ke Sumenep karena tidak ada penumpang,” papar Imam.

Ia mengungkapkan, setelah pemberlakuan PSBB di aejumlah daerah, maka sesuai Permenhub, bus-bus dilarang beroperasi ke wilayah PSBB. “Jadi kalaupun ada bus yang beroperasi, tidak ke kota yang memberlakukan PSBB. Kalau ke Jember, Situbondo, Banyuwangi masih bisa. Kalau ke Surabaya, Jakarta, sudah tidak bisa,” ucapnya. [tem/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar