Peristiwa

Tahun Lalu Penyuluh Pertanian Mendata Kemiskinan, DPRD Jember: Tidak Lucu!

Nyoman Aribowo, Komisi B DPRD Jember

Jember (beritajatim.com) – DPRD Jember, Jawa Timur, menyoroti penugasan terhadap petugas penyuluh lapangan (PPL) pertanian yang tidak sesuai tugas pokok dan fungsi pada masa pemerintahan Bupati Faida tahun lalu.

“Keberadaan petugas penyuluh lapangan pertanian tidak diperankan dalam tupoksinya secara maksimal. Bahkan diperankan untuk tugas yang tidak sesuai dengan kompetensinya, yaitu pendataan stunting, keluarga miskin, dan lain-lain. Ini adalah lelucon yang tidak lucu yang membuat tatanan birokrasi semakin carut marut,” kata Nyoman Aribowo, juru bicara DPRD Jember, untuk rekomendasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2020, di gedung parlemen, Sabtu (17/4/2021) malam.

DPRD Jember mendesak pemerintah kabupaten mengoptimalkan peran petugas penyuluh lapangan pertanian sesuai dengan tupoksi mereka. Apalagi, Pemerintah Kabupaten Jember harus lebih meningkatkan  produktivitas untuk kesejahteraan petani.

Data menyebutkan, produksi padi dan jagung di Kabupaten Jember mengalami peningkatan. Produksi padi pada 2019 sebanyak 941 ribu ton naik menjadi 991 ribu ton pada 2020. Produksi jagung pada 2019 sebanyak 352 ribu ton meningkat menjadi 411 ribu ton pada 2020.

“Peningkatan ini dikarenakan curah hujan yang stabil pada pertengahan tahun dan faktor iklim yang cocok untuk tanaman padi dan jagung. Ke depannya, curah hujan diharapkan tetap dapat mendorong produksi padi dan jagung,” kata Nyoman. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar