Peristiwa

Rakor Lintas Sektoral di Polresta Mojokerto

Tahun Baru 2021 Tak Boleh Ada Pesta Kembang Api

Rakor Lintas Sektoral Operasi Lilin Semeru Tahun 2020 yang digelar Polresta Mojokerto di Aula Prabu Hayam Wuruk Polresta Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Perayaan tahun baru 2021 di wilayah hukum Polresta Mojokerto tidak ada pesta kembang api, namun petugas akan meningkatkan operasi yustisi. Hal tersebut disampaikan Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi dalam Rakor Lintas Sektoral Operasi Lilin Semeru Tahun 2021 di Aula Prabu Hayam Wuruk Polresta setempat.

“Di akhir 2020 ini kita dihadapkan pada dua kegiatan rutin masyarakat yang cukup menyita perhatian, yaitu perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Kedua kegiatan masyarakat tersebut harus mendapat perhatian serius dari seluruh stakeholder dan elemen masyarakat lainnya untuk bersama-sama menciptakan kamtibmas yang kondusif,” ungkapnya, Rabu (16/12/2020).

Dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19, lanjut mantan Kapolres Sumenep ini, pemerintah mengeluarkan kebijakan social distancing dan physical distancing. Yang implementasinya dengan mengeluarkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar dan kegiatan operasi yustisi dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

“Syukur alhamdulillah, di Mojokerto sampai saat ini ada 14 orang pasien yang dirawat namun di wilayah lainnya sudah mencapai ratusan. Rakor ini adalah merupakan momentum yang sangat tepat untuk menyampaikan kebijakan pimpinan Polri khususnya terkait dengan akan digelarnya Operasi Lilin Semeru 2020,” katanya.

Masih kata Kapolresta, rakor digelar juga untuk mengecek sejauh mana kesiapan kesatuan wilayah pada tahap persiapan operasi. Baik kesiapan personel maupun sarana prasarana serta kelengkapan perorangan. Dan yang tidak kalah penting lagi adalah untuk mengetahui kesiapan dari instansi terkait atau lintas sektoral.

“Baik dari unsur TNI/pemda maupun mitra kamtibmas lainnya kita libatkan pada Operasi Lilin Semeru 2020. Rakor ini juga bertujuan untuk menyatukan visi dan misi segenap potensi dan elemen masyarakat Jawa Timur dalam rangka pengamanan perayaan Natal tahun 2020 dan tahun 2021, guna menjamin terwujudnya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan merayakannya serta untuk menekan penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Kapolresta menjelaskan, ada beberapa penekanan dalam Rakor Operasi Lilin Semeru 2020. Rakor diharapkan menjadi sebagai wadah komunikasi antara TNI/Polri, pemerintah daerah serta para tokoh-tokoh agama dalam upaya menjaga kamtibmas. Terutama menangkal aksi radikalisme dan kasus intoleransi antaragama.

“Serta untuk menyosialisasikan protokol kesehatan guna pencegahan penyebaran Covid-19. Libatkan seluruh instansi dan tokoh-tokoh agama yang hadir untuk memberikan saran dan masukan bagi kelancaran pelaksanaan kegiatan operasi. Rumuskan dan rencanakan terobosan kreatif (creative breakthrough) pengamanan kegiatan masyarakat dalam upaya menjaga kamtibmas di wilayah masing-masing,” urainya.

Kapolresta menambahkan, peringatan tahun baru 2021 di wilayah hukum Polresta Mojokerto tidak adanya pesta kembang api. Namun Polresta Mojokerto bersama stakeholder terkait akan meningkatkan pelaksanaan Operasi Yustisi, melakukan asistensi dan deteksi, mengingat protokol kesehatan di setiap tempat dan bersinergi dalam patroli dan pengamanan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Sementara itu, mewakili Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, Wakil Wali Kota Mojokerto, Achmad Rizal Zakaria menambahkan, terkait percepatan penanganan Covid-19 di setiap daerah melakukan pencegahan penyebaran Covid-19. Dari evaluasi bulan Desember 2020 mengalami peningkatan penyebarannya dan saat ini yang menjadi pantauan wilayah adalah Jember.

“Hasil dari¬†beberapa analisa adalah menurunnya¬†kesadaran masyarakat Kota Mojokerto bahwa Covid-19 itu tidak ada sehingga dilakukan survey tingkat kepatuhan ada di Jawa Timur dan banyak ditemukan tidak memakai masker saat di luar rumah,” pungkasnya. [tin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar