Peristiwa

Tahanan Lapas Bojonegoro Kabur

Bojonegoro (beritajatim.com) – Satu orang tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bojonegoro kabur. Tahanan bernama Sunan (59) Warga Jalan Sumpil 1, nomor 55, RT 03 RW 04 Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang itu kabur setelah mendapat pembantaran penahanan karena sakit.

Menurut Kepala Lapas Bojonegoro Bambang Haryono, pembantaran terhadap tahanan kasus 170 KUHP tentang Pengeroyokan itu diberikan lantaran saat sedang melakukan senam bersama pada Jumat, 21 Desember 2018 sekitar pukul 08.10 WIB, tiba-tiba Sunan terjatuh dan kepalanya terbentur lantai hinga pingsan.

“Yang bersangkutan dalam kondisi sakit (stroke) yang bersifat darurat. Dan poliklinik di Lapas sudah tidak bisa menangani, sehingga harus dirawat di RSUD Bojonegoro,” ujarnya, Senin (7/1/2019).

Hampir setengah jam Sunan saat di rawat di poli klinik Lapas tidak lekas siuman. Sehingga, lanjut dia, pihanya merasa khawatir terjadi apa-apa. Sunan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikoesoemo dan tertolong. Status tahanan sendiri, menurut Bambang, masih menjadi tahanan Pengadilan Negeri Bojonegoro karena proses putusan hukum belum diberikan.

“Selama masa pembantaran ini tugas kami sudah selesai, karena statusnya sendiri masih titipan (tahanan). Kita ini kalau tidak menolong orang dan meninggal nanti kita yang salah,” terangnya.

Bambang menjelaskan, Sunan diberikan pembantaran lantaran sakit setelah kurang lebih satu bulan mendekam di blok tahanan B bersama dengan 128 orang nara pidana dan tahanan lain. “Pembantaran itu diberikan setelah mendapat izin dari Jasa Penuntut Umum dan Hakim Pengadilan Negeri Bojonegoro,” kata mantan Kepala Lapas Medaeng, Sidoarjo itu.

Berdasarkan surat dari Lapas Bojonegoro yang dikirimkan kepada Hakim Pengadilan Negeri Bojonegoro, disebutkan bahwa berdasarkan PP Nomor 27 Tahun 1983 Pasal 19 ayat (8) dan (18), dan PP Nomor 58 Tahun 1999 Pasa 24 ayat (5) tentang Syarat-syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Wewenang, Tugas dan Tanggung Jawab Perawatan Tahanan, pengawalan dan tanggung jawab tahanan yang dirawat di rumah sakit menjadi tanggung jawab pihak yan menahan.

Selanjutnya, dalam surat tersebut juga disebutkan bahwa kewenangan koordinasi dengan pihak kepolisian juga ada pada pihak Hakim Pengadilan Negeri Bojonegoro. Surat pengajuan tersebut ditandatangani oleh Plh Kepala Lapas Bojonegoro, Sukarno. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar