Peristiwa

Tagih Janji Politik Bupati-Wabup: Mahasiswa Kepulauan Minta Listrik dan Jaringan HP

Unjuk rasa mahasiswa kepulauan Sumenep tuntut Listrik dan sinyal HP (foto : Temmy)

Sumenep (beritajatim.com) – Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Kepulauan Sapeken Sumenep (Himpass) berunjuk rasa ke kantor Bupati dan rumah dinas Wakil Bupati setempat.

Aksi ini merupakan aksi ketiga kalinya dengan tuntutan yang sama. Mereka menagih janji Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, agar listrik menyala 24 jam dan jaringan telepon selular.

“Mana janji bupati dan wabup yang katanya akan memprioritaskan pembangunan di kepulauan, agar tidak ada disparitas antara kepulauan dan daratan. Mana kenyataannya? Tiga kali kami aksi, tapi Bupati dan Wakil Bupati tidak menemui kami,” kata Korlap Aksi, Sahrul Hubairi, Rabu (30/06/2021).

Sambil berorasi, mahasiswa juga membentangkan poster-poster bertuliskan protes. Diantaranya, ‘Himpass tidak akan move on sebelum listrik dan telekomunikasi di kepulauan terealisasi’, ‘Tak perlu kau kemukakan 1000 alasan di balik janjimu. Pantas kau tak mau menemui kami’.

“Kondisi listrik di Sapeken saat ini sangat memprihatinkan, terutama di desa-desa di kepulauan seperti Tanjung Kiaok, Pagerungan Kecil, dan desa lain. Sehari listrik hanya menyala 4 jam menggunakan diesel,” ujarnya.

Selain itu, jaringan telepon selular juga kondisinya parah. Hanya di beberapa tempat saja yang ada sinyal telelpon selular. “Pelaksanaan UNBK terkendala. Kami para mahasiswa yang akan kuliah online juga kesulitan,” ungkapnya.

Ia menceritakan, di Sapeken sejak 2019 sudah ada tiang listrik. Namun hingga saat ini jaringan tidak segera terpasang. “Kami berharap Pemkab bisa mendesak PLN untuk segera merealisasikan listrik di kepulauan Sapeken,” ucapnya.

Usai berorasi, mahasiswa membubarkan diri dengan tertib, dan mengancam akan kembali menggelar aksi apabila tidak ada tindak lanjut tuntutan mereka. (tem/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar