Peristiwa

Tagih Janji, F-SKOBAR Kembali Datangi PT Triyuda Cipta Sentosa di Jetis Mojokerto

Aksi massa yang dilakukan di depan pabrik PT Triyuda Cipta Sentosa. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Puluhan Aliansi Masyarakat Desa Perning yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Bersama Rakyat Bergerak (F-SKOBAR) kembali mendatangi PT Triyuda Cipta Sentosa. Massa menagih janji manajemen pabrik untuk memperkerjakan kembali dua karyawan yang merupakan warga Desa Perning.

Massa membentangkan spanduk bertuliskan, ‘Buruh Bukan Mania’ dan ‘Lawan Segala Bentuk Penindasan’ di depan pintu gerbang PT Triyuda Cipta Sentosa di Jalan Raya Perning, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Perwakilan massa ditemui Kabag Ops Polresta Mojokerto menyampaikan maksud kedatangannya.

Koordinator aksi, Kusnul Fasikin mengatakan, massa datang kembali ke pabrik produksi pipa stainless dengan tujuan menagih janji dan meminta perusahaan agar mempekerjakan kembali warga Desa Perning yang sudah diputus kerja. Massa meminta menjadikan keduanya karyawan tetap.

“Pihak perusahaan sengaja ada upaya melakukan Union Busting atau pemberhangusan serikat dimana ada rencana karyawan akan mendirikan serikat di perusahaan ini karyawan langsung dirumahkan. Selain itu, upah dibawah UMK, Iuran BPJS bagi karyawan perusahaan ini perlu dipertanyakan,” ungkapnya.

Pihaknya meminta agar manajemen pabrik menjelaskan alasan diberhentikan kedua karyawan tersebut jika memang tidak bisa diperkerjakan kembali. Pihaknya meminta agar manajemen pabrik memperkerjakan kembali, meski secara bergiliran dan tidak diputus kontrak.

“Mereka warga Perning membutuhkan kerja, kalaupun harus digilir tidak apa-apa. Kalaupun pihak perusahaan tidak mau memakai 2 orang tersebut, kita menerima namun kami minta tolong agar yang lain dibuatkan kontrak langsung dengan perusahaan dengan harapan nantinya bisa menjadi karyawan tetap,” harapnya.

Ketua F SKOBAR Wilayah Surabaya, Mahfud Zakaria menambahkan, jika kedatangannya kembali hanya menyampaikan permintaan dan tuntutan dari warga Desa Perning agar dipekerjakan kembali. “Akan tetapi hanya janji-janji saja. Kami juga bagian dari aksi akan menjaga sesuai dengan aturan yang berlaku,” katanya.

Masih kata Mahfud, massa sudah menunggu satu minggu pasca perundingan dengan pihak manajemen pabrik, Kamis (3/3/2021). Namun dua warga yang dirumahkan belum juga diperkerjakan. Pihaknya mengancam akan melaporkan pelanggaran yang terjadi di pabrik tersebut ke Polda Jatim.

Sementara itu, Kabag Ops Polresta Mojokerto, Kompol Abdul Gani yang menemui massa aksi berjanji akan melakukan pertemuan dengan manajemen perusahaan terkait permasalahan tersebut. “Tenaga kerja yang dibutuhkan adalah pihak pengguna yang menentukan,” ujarnya.

Kebutuhan tenaga kerja diambil perusahaan dari outsourcing sehingga kebutuhan tenaga kerja tergantung dari manajemen perusahaan. Menurutnya, dua karyawan tersebut dirumahkan karena dilihat dari penilaian dari beberapa aspek sehingga harus digantikan oleh tenaga lain.

“Saya Kabag Ops sebagai orang tua yang dari ujung kecamatan ke kecamatan lain memohon bagaimana agar anak-anak kita bekerja dengan baik. Meminta jenengan tidak kaku mari kita berpikir rasional. Terkait dengan perekrutan karyawan nanti akan kita koordinasikan dengan pihak perusahaan,” tegasnya.

Usai mendengarkan penjelasan dari Kabag Ops Polresta Mojokerto, koordinator aksi menyampaikan kepada massa aksi. Massa aksi akan menunggu perundingan antara Kabag Ops dengan manajemen pabrik yang nantinya akan disampaikan lewat Desa. Mendapat penjelasan ini, massa aksi kemudian membubarkan diri.

Sebelumnya, Puluhan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Bersama Rakyat Bergerak (F-SKOBAR) mendemo PT Triyuda Cipta Sentosa di Jalan Raya Perning, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Kamis (3/3/2021). Buruh menuntut perusahaan mempekerjakan kembali dua warga Desa Perning yang sudah dirumahkan.

Pihak manajemen pabrik akan memanggil dua orang warga untuk bekerja kembali dengan catatan warga membuat kontrak kerja baru. Namun massa aksi memberikan jatuh tempo selama tujuh hari apabila kesepakatan tersebut tidak direalisasi maka akan melakukan aksi unjuk rasa dengan massa yang lebih banyak.[tin]



Apa Reaksi Anda?

Komentar