Peristiwa

Tabrakan 2 Sepeda Motor, Pemuda 17 Tahu Tewas di TKP

Polisi dari Satlantas Polres Ponorogo melakukan olah TKP. (Foto/Satlantas Polres Ponorogo)

Ponorogo (beritajatim.com) – Tabrakan antara dua sepeda motor terjadi di jalan jurusan Ponorogo-Wonogiri km. 14-15, masuk Desa Gelang Kulon Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo. Akibat kecelakaan lalu lintas itu, salah satu pengendara sepeda motor langsung tewas di tempat kejadian perkara (TKP).

Kanit Laka Satlantas Polres Ponorogo Ipda Imammudin menceritakan dua sepeda motor itu adu moncong, sehingga kecelakaan pun tak terelakkan. Bahkan salah satu pengendara yang tewas tersebut, sempat terpental beberapa meter ke bahu jalan. “Iya ada laka lantas dua sepeda motor di jalan jurusan Ponorogo-Wonogiri yang menyebabkan satu orang meninggal di TKP,” kata Imammudin, Selasa (25/5/2021).

Kronologis kecelakaan itu berawal saat pengendara V-ixian yang belakangan bernama Bayu Saputra (17) menggeber tunggangannya dengan kecepatan 50 km/jam dari arah barat ke timur. Nah, saat berada di TKP, yang bersangkutan akan mendahului kendaraan roda empat yang berada di depannya. Celakanya, dari arah yang berlawanan melaju dengan kecepatan 40 km/jam sepeda Supra dengan nopol AD-6297-AEG yang dikendarai oleh Adi Kurniawan (29). Tabrakan depan dengan depan pun tidak terelakan.

“Bayu mengalami luka kepala belakang pecah, telinga dan hidung keluar darah, ibu jari tangan kanan dan kaki kanan robek dan meninggal di TKP. Sedangkan Adi mengalami luka di ibu jari kaki kanan lecet dan dalam kondisi sadar,” katanya.

Polisi sempat mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi korban yang meninggal, sebab dari olah TKP tidak ditemukan identitasnya. Selain itu, nopol di sepeda motor V-ixion juga tidak ada. Akhirnya petugas mengidentifikasi sepeda motor itu lewat nomor rangka yang melekat di motor. Diketahui identitas sepeda V-ixion itu milik orang Pulung. Setelah dikroscek oleh Polsek Pulung, diketahui bahwa sepeda motor itu setahun yang lalu dijual ke seseorang yang beralamat di Kecamatan Badegan.

“Setelah ditelusuri lagi diketahui sepeda motor itu milik orang Desa Dayakan Kecamatan Badegan. Selain itu tadi ada orang yang mengenali korban, sehingga diketahui identitasnya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Imammundin menghimbau masyarakat untuk selalu memakai perlengkapan dalam berkendara. Kejadian naas itu telah memberi bukti bahwa kita harus patuh terhadap peraturan berkendara. Mulai menyiapkan surat-surat seperti SIM dan STNK. Selain itu juga jangan lupa menggunakan helm standart.

“Kebanyakan pengendara yang meninggal itu melanggar aturan lalu lintas. Seperti tadi di TKP, korban tidak memakai helm, identitas tidak ada, apalagi surat-surat seperti SIM dan STNK juga tidak membawa,” pungkasnya. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar