Peristiwa

Syahbandar Kalianget Perpanjang Larangan Berlayar Hingga 9 Januari 2020

Sumenep (beritajatim.com) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget Sumenep, memperpanjang larangan berlayar hingga 9 Januari 2020.

“Sesuai prakiraan dari BMKG Maritim Surabaya, mulai 5 – 9 Januari, kondisi cuaca laut masih ekstrem. Kondisi itu dinilai membahayakan keselamatan pelayaran,” kata petugas Syahbandar Kalianget, Edy Sucipto, Senin (6/1/2020).

Karena itu, lanjutnya, KSOP mengimbau kepada seluruh operator pelayaran, nahkoda, serta pemilik kapal, untuk menunda pelayaran hingga cuaca membaik. “Bagaimanapun, keselamatan pelayaran tetap yang utama. Karena itu, kami tidak mengeluarkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) hingga cuaca aman untuk pelayaran,” terangnya.

Berdasarkan prakiraan BMKG Maritim Klas II Tanjung Perak Surabaya, tinggi gelombang di perairan Pulau Masalembu, Kangean, dan Sepudi mencapai 3,5 meter disertai angin kencang. Selain itu, juga harus diwaspadai keberadaan awan cumulo nimbus (CB) yang luas dan gelap, dapat menambah kecepatan angin dan tinggi gelombang.

Kondisi tersebut menyebabkan PT Sumekar, operator kapal Dharma Bahari Sumekar (DBS) terpaksa membatalkan pelayarannya. Semestinya sesuai jadwal, kapal DBS III akan berangkat dari Pelabuhan Kalianget menuju Pulau Kangean deviasi Pulau Sapeken.

“Tapi karena ada larangan berlayar dari KSOP Kalianget, kami harus menunda lagi pelayaran ke Kangean. Kapal baru akan kembali berlayar setelah cuaca membaik dan dinyatakan aman untuk pelayaran,” kata Humas PT Sumekar, Eko Wahyudi.

Penundaan pelayaran kapal DBS itu terjadi untuk kedua kalinya, setelah pada Jumat (3/1/2020), kapal DBS I juga menunda pelayaran karena cuaca buruk. “Kami harus tetap mengutamakan keselamatan pelayaran. Karena itu, kami memilih untuk menunda pelayaran. Para penumpang juga bisa menerima penundaan pelayaran ini karena memang disebabkan ombak besar,” terang Eko. [tem/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar