Peristiwa

Sweeping Dukun, Cara Gus Idris Hentikan Pembunuhan Lewat Santet

Malang (beritajatim.com) – Setiap orang berpotensi terkena santet dan ilmu hitam. Demikian kata Gus Idris Al Marbawy. Praktisi Supranatural sekaligus Pengasuh Ponpes Thoriqul Janah di Desa Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Sabtu (11/7/2020) dini hari.

Ditemui beritajatim.com di kediamannya, Gus Idris menegaskan, ilmu hitam ataupun santet sangat mudah dipelajari dan masuk ke dalam tubuh seseorang.

“Kuncinya ada pada diri sendiri. Sebelum mengobati pasien non medis yang terindikasi kena santet, biasanya saya tanamkan pada diri pasien untuk yakin dan tawakal pada Allah SWT dulu. Saya ajak Solat Dhuha, lalu Solat wajib secara berjamaah dilanjutkan membaca Solawat Nabi Muhammad SAW bersama-sama didampingi keluarga pasien. Setelah itu pasti ada reaksi dengan pasien. Apabila dalam diri pasien terdapat ribuan jin, kita tangani secara bertahap, biasanya kita serang beramai-ramai dengan Asma Allah untuk mengeluarkan satu persatu jin yang masuk dalam tubuh pasien,” ungkap Gus Idris.

Ribuan jin yang sudah bersemayam dalam diri pasien, biasanya karena ulah seseorang atas bantuan dukun ilmu hitam. Satu dukun, bisa dibantu dengan melibatkan dukun lainnya untuk menyerang sasaran atau pasien yang sudah mereka incar.

Gus Idris melanjutkan, misi dukun biasanya atas perintah si penyuruh. Mulai dari sakit biasa, sakit menahun, meninggal dunia hingga tewas seketika dalam kecelakaan dan gila menahun. Melalui olah kanuragan dan spiritual tinggi, Gus Idris biasanya mengetahui siapa dukun-dukun yang membuat sengsara pasiennya.

Setelah posisi dukun diketahui, Gus Idris biasanya mengirim koordinator penyembuhan lewat metafisika untuk mendatangi sang dukun. “Istilahnya kita sweeping dukun. Dukun-dukun yang sudah membuat pasiennya tak berdaya kita datangi. Kita ajak ngobrol baik-baik agar mau melepaskan ilmu hitamnya. Saya ambil hatinya saja pada si dukun, tolonglah jangan sakiti pasien saya, kalau dukun bandel dan menantang ya terpaksa kita layani dengan adu kekuatan spiritual,” bebet Gus Idris.

Untuk melakukan Sweeping Dukun bukan perkara mudah. Gus Idris dan sejumlah santrinya, harus menemui RT/RW, lurah dan kepala desa agar bisa bertemu sang dukun dirumahnya. Apabila berkenan, Gus Idris akan meminta ijin pada dukun yang notabene ‘musuhnya’ untuk direkam secara live melalui chanel youtube Gus Idris Official.

“Kalau di konten youtube yang kita siarkan live itu kebetulan dukunnya mau. Kalau yang gak mau sih juga banyak, kita ditolak, mereka bandel dan tetap ingin menyakiti dan membunuh pasien saya karena sudah dibayar. Kalau sudah seperti itu, saya juga punya cara sendiri. Kita serang, kita adu kekuatan sampai ilmu hitam si dukun berhasil kita lenyapkan,” tegas Gus Idris.

Beritajatim.com sempat melihat langsung seorang pria berinisial S asal Kabupaten Tuban. Diantar istri dan anak kandungnya, S tiba-tiba meronta seperti orang kerasukan begitu tiba di rumah Gus Idris, Jumat (10/7/2020) malam. Empat santri Gus Idris sampai terpental. Kuatnya jin yang merasuk dalam diri S, membuat Kiai Rodyallah, ayah kandung Gus Idris turun tangan.

Setelah disemprot minyak wangi, erangan S pun berubah jadi suara menakutkan. Jin yang merasuk dalam tubuh S ternyata punya tugas membunuh si pemilik raga. “Targetnya S ini harus mati. Tapi karena berhasil kita halangi, khodam jin yang masuk menjadi sangat liar,” ujarnya.

Gus Idris menambahkan, S sesuai penuturan istrinya, adalah seorang pengusaha. Ia jadi sasaran teluh karena persaingan usaha dibidang bahan bangunan yang digeluti S. “Orang yang tega mengirimkan santet itu biasanya orang dekat seperti keluarga, kawan bisnis, antara pegawai dan atasan juga persaingan usaha. Ulah para dukun ini harus kita hentikan. Disinilah saya ambil jalan dakwahnya. Kalau mau tobat, banyak juga sih mantan dukun yang kini jadi koordinator penyembuhan. Alhamdulillah,” Gus Idris mengakhiri. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar