Peristiwa

Survei Panel SMRC 1-4 April 2019: Jokowi 57,3% Prabowo 32,5%

Presiden Joko Widodo sedng melakukan kampanye akbar

Jakarta (beritajatim.com) – Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengeluarkan rilis terbaru survei panel pemilihan Presiden tahun 2019. Survei dilakukan tanggal 1-4 April dengan responden yang punya telepon dengan hasil elektabilitas calon presiden-wakil presiden nomor 01, Joko Widodo atau Jokowi – Ma’ruf Amin, sebesar 57,3 persen. Sedangkan pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno sebesar 32,5 persen dan undecided voters sebanyak 10,2 persen.

“Survei panel hanya dilakukan terhadap responden yang punya telepon, maka profil demografi responden dalam survei panel memiliki ciri khas berbeda dengan survei tatap muka atau populasi pemilih nasional,” demikian laporan dari SMRC yang diterima redaksi beritajatim.om, Selasa (9/4/2019).

Perbedaan tersebut khususnya dari sisi desa-kota, pendidikan, dan pendapatan: Dibanding populasi pemilih nasional, responden survei panel telepon lebih banyak berasal dari perkotaan, berpendidikan lebih tinggi, dan berpendapatan lebih besar.

Elektabilitas Jokowi jika panel dibobot populasi lebih tinggi, Prabowo lebih rendah, undecided tidak banyak berbeda. Jika ditambahkan dengan prediksi pilihan swing dan undecided voters, maka elektabilitas pasangan nomor 01, Jokowi – Ma’ruf menjadi 60 persen. Sedangkan pasangan nomor 02, Prabowo-Sandi menjadi 40 persen.

Adapun elektabilitas Jokowi – Ma’ruf jika panel asli tidak dibobot populasi sebesar 55 persen, Prabowo-Sandi 34,3 persen, dan undecided voters sebesar 10,6 persen. Angka elektabilitas tersebut meningkat setelah swing dan undecided voters diprediksi pilihannya, yaitu Jokowi – Ma’ruf 58,1 persen, Prabowo -Sandi menjadi 41,9 persen.

SMRC melakukan survei panel terhadap 1.240 responden melalui telepon. Angka tersebut merupakan responden yang berhasil diwawancarai dari 2.919 responden yang punya telepon. Responden merupakan bagian dari sampel pada survei nasional SMRC pada Januari-Februari 2019 yang sebelumnya sudah diwawancara dengan tatap muka.

Survei panel hanya dilakukan terhadap responden yang punya telepon, maka profil demografi responden dalam survei panel memiliki ciri khas berbeda dengan survei tatap muka atau populasi pemilih nasional. Perbedaan khususnya dari sisi desa-kota, pendidikan, dan pendapatan.

Dibanding populasi pemilih nasional, repsonden survei panel telepon lebih banyak berasal dari perkotaan, berpendidikan lebih tinggi, dan berpendapatan lebih besar. Untuk mengetahui kecenderungan dukungan terhadap calon presiden dan partai politik, SMRC menggunakan dua cara analisis, yaitu data panel tanpa dibobot dan data panel dibobot demografi populasi nasional.[ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar