Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Surati OJK, Pemkab Ponorogo Minta Keringanan Pinjaman Bagi Warga Terdampak PMK

Bupati Sugiri Sancoko (foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Masifnya paparan Penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Ponorogo, tidak hanya berdampak pada hewan ternaknya saja, juga berdampak pada sendi-sendi ekonomi peternaknya. Contoh kasus PMK di Kecamatan Pudak, yang mayoritas warganya sebagai peternak sapi perah. Praktis ketika sapinya terjangkit, otomatis mereka tidak mendapatkan pemasukan. Ditambah lagi sekarang seakan pusing tujuh keliling karena harus memikirkan membayar pinjaman bank.

“Warga Pudak memang menjalankan usaha sapi perah ini, modalnya pinjam di bank. Saat terjadi PMK ini mereka bingung mau bayar gimana, pemasukan tidak ada,” kata Bupati Sugiri Sancoko saat ditemui beritajatim.com di kantor Kecamatan Pudak, Selasa (21/6/2022).

Untuk sedikit meringankan kegelisahan warga Pudak, pada hari ini (21/6) Selasa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mengundang pihak bank-bank yang memberikan pinjaman. Bupati mengajak berunding supaya dilakukan restrukturisasi pinjaman untuk warga yang terdampak PMK. Bahkan kalau perlu, kata Kang Giri ada grace period tidak dilakukan bunga dulu sampai batas waktu tertentu.

“Ini tidak boleh dianggap enteng, jangan sampai terjadi kredit macet,” katanya.

Oleh karena itu, pihak bank harus bisa mengusahakan hal tersebut. Karena PMK ini bisa dikatakan sebagai bencana. Entah itu pakai skema restrukturisasi, penundaan angsuran atau grace period.

“Namun, usaha-usaha itu harus menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Harus ada langkah yang kongkret, kita harus surati OJK, besok langsung kita kirim, supaya cepat disetujui,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sapi yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kecamatan Pudak tidak menunjukkan kabar yang menggembirakan. Hampir setiap hari, terus saja ada sapi yang terjangkit. Tidak hanya terjangkit, bahkan ada saja sapi yang mengalami kematian.

Data tanggal 20 Juni 2022, di Kecamatan Pudak saja, sudah ada 4.716 sapi yang terjangkit PMK. Dari jumlah itu, ada 473 kasus kematian sapi, baik itu mati murni maupun mati karena dipotong paksa.

Untuk menemukan penyebab yang lebih spesifik kematian sapi itu, Pemkab Ponorogo menerjunkan sejumlah tim untuk melakukan otopsi bangkai sapi. Dengan kematian yang cukup tinggi ini, ada dugaan ada virus lain. Sebab, tingkat kesembuhan sapi yang terjangkit juga rendah. Yakni dari 4716 yang terjangkit, hanya 2 ekor sapi yang dinyatakan sembuh. [end/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar