Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Surabaya Punya E-Peken, Bojonegoro Buka SP2D Daring

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Surabata dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro di Jawa Timur sama-sama mengembangkan teknologi digital untuk pelayanan publik. Intinya pada transparansi pelayanan dan sistem.

“Sekitar 40,15 persen Bojonegoro adalah kawasan hutan. Tapi kami tak putus asa. Kami siapkan Bojonegoro Smart City dan Bojonegoro sudah satu data,” kata Bupati Bojenegoro Anna Mu’awanah, dalam acara Road to IDC Jawa Timur bertema Digitalisasi, Kunci Akselerasi Jawa Timur Bangkit yang diselenggarakan secara daring oleh Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Rabu (17/11/2021).

Pemkab Bojonegoro membangun SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) dalam jaringan atau online. “Dengan sistem informasi ini kami harus siap mental, karena satu-satunya kabupaten yang membuka pengelolaan keuangan. Kami tak akan tertutup, biarkan. Digitalisasi untuk transparansi. Semua kebijakan ada plus minus. Tapi keterbukaan adalah bentuk partisipasi pengawalan (pembangunan),” kata Anna.

Selain itu, Pemkab Bojonegoro menciptakan 100 ribu lapangan kerja dan melakukan pelatihan teknologi informasi. “Selain itu, kami melakukan pelatihan operator sistem informasi desa. Kami juga baru saja mengubah regulasi, membuat muatan lokal digitalisasi di masing-masing sekolah yang kami tuangkan dalam kuirkulum sejak SD. Selain kami menggunakan tenaga pengajar, kami juga merekrut P3K untuk sektor-sektor teknologi informasi. Kami dapat tenaga teknologi informasi sebanyak 26 orang yang bekerja di Dinas Kominfo,” kata Anna.

Digitalisasi sistem juga bisa membudayakan orang agar mencintai produk lokal. Ini yang dilakukan Pemkot Surabaya melalui E-Peken. “Semua ASN di pemkot wajib membeli kebutuhan bahan pokok lewat aplikasi E-Peken,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya Muhamad Fikser.

Ada 253 toko kelontong yang tergabung dengan E-Pekan dan dibina Dinas Perindustrian dan Perdagangan Surabaya. Selain itu ada UMKM yang menjual kerajinan, pakaian, dan kuliner. “ASN dipaksa membeli. Bagaimana cara kontrolnya? Semua ASN sudah punya akun, dari monitoring bisa dilihat tanggal transaksinya,” kata Fikser. [wir/but]

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati

Unik dan Lucu, Lomba Sugar Glider di Surabaya

Aryo Seno Bicara Organisasi Sayap PDI Perjuangan