Peristiwa

Sungai Ledeng di Mojokerto Tercemar, Warga Rogoh Kocok Lebih Dalam

Sungai Ledeng penuh sampah. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Akibat Sungai Ledeng di Dusun Sememi, Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto penuh tumpukan sampah, warga harus merogoh kocek lebih dalam. Pasalnya, air sumur warga sudah tak laik konsumsi karena tercemar

“Air sumur warga di sini juga sudah tidak laik konsumsi. Untuk masak dan minum, kami beli. Dalam sehari, kebutuhan air bersih satu galon dan kita juga harus memperdalam sumur bor,” ungkap salah satu warga, Sunari (69), Rabu (6/11/2019).

Masih kata Sunari, jika biasanya kedalaman sumur warga antara 8 sampai 10 meter, sekarang harus di atas 12 meter. Para petani juga memilih menggunakan air dari sumur bor. Meski modal pertanian yang harus dikeluarkan berlibat ganda.

“Karena tanamannya mati kalau kena aliran air dari sungai ini. Sehingga petani dirugikan. Sejak air sungai ini tercemar, hasil panen kami juga turun, jika biasanya bisa 1 ton, turun menjadi 7-8 kuintal,” imbuh warga lain, Edi.

Tercemarnya air Sungai Ledeng, diduga akibat pembuangan limbah pengolahan usus yang ada di Desa Modopuro. Karena ada beberapa home industri pengolahan usus ayam di Desa Modopuro yang limbahnya dibuang melalui saluran air menuju Sungai.

“Disini banyak home industri pengolahan usus, hampir semua buang limbahnya ke sungai. Pernah dulu dilaporkan, sudah ada solusi dari pihak kepolisian. Kalau nanti pembuangannya diatur agar tidak ada pencemaran lagi, tapi nyatanya sampai saat ini tetap saja seperti ini,” jelasnya.

Edi menambahkan, warga tidak mempersoalkan adanya home industri pengolahan usus ayam di desa tersebut. Namun warga berharap ada solusi terkait pembungan limbah home industri agar Sungai Ledeng tidak tercemar. “Kalau hujan turun, pasti ancaman banjir jelas ada. Apalagi Sungai Ledeng saat ini kondisinya juga sudah tersumbat, selain sampah juga banyak ditumbuhi tanaman kangkung,” jelasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar