Peristiwa

Sungai Bedadung Meluap, Pusat Kota Jember Dikepung Banjir

Banjir di Kecamatan Jelbuk, Jumat (29/1/2021). [foto: Kodim 0824]

Jember (beritajatim.com) – Kepanikan terjadi saat Sungai Bedadung di Kabupaten Jember, Jawa Timur, meluap, Jumat (29/1/2021) malam. Air sungai terbesar yang melintasi pusat perkotaan ini masuk ke rumah warga yang berada di bantaran. Hujan sempat mengguyur deras di Jember.

Pasangnya air sungai ini menjadi perhatian warga. Banyak warga berkumpul di tepi jembatan Gladak Kembar untuk melihat sungai yang meluap. Protokol kesehatan diabaikan. Selain jarak antar warga yang menonton terlalu dekat, sebagian tidak menggunakan masker.

Jalan Sumatra sempat ditutup. Berdasarkan informasi warga, ada salah satu bagian di jembatan yang melintasi sungai retak. “Mas, gak bisa. Jembatan retak. Balik saja,” kata salah satu warga kepada pengemudi sepeda motor yang nekat lewat.

Diperkirakan 20 rumah di RT 01 terendam air setinggi kurang lebih satu meter. Air mendadak naik pada saat Magrib. Hujan sudah berhenti turun, namun air sungai masih tetap deras. Ini membuat warga panik, dan ada yang menangis karena ada rumah yang roboh. Belum diketahui berapa kerugian harta benda warga.

Informasi yang diterima beritajatim.com dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember, ada delapan lokasi banjir. Sebanyak 12 rumah terdampak di Dusun Tengger Barat, Desa Jelbuk, Kecamatan Jelbuk.

Pondok Pesantren Nurul Qur’an di Dusun Krajan, Desa Kalisat, Kecamatan Kalisat kemasukan air setinggi satu meter. Tiga rumah pengasuh kemasukan air setinggi 40 centimeter. Selain itu ada dua warung dan lima rumah di dusun tersebut yang terdampak.

Rumah terendam banyak ditemui di Perumahan Puri Antirogo 1, Dusun Klonceng, Desa Patemon, Kecamatan Pakusari. Ada sembilan rumah, salah satunya tak berpenghuni, di RT 03/RW 14 yang terendam. Sementara di RT 01 RW 13, 10 rumah terdampak. Sebanyak sembilan keluarga yang terdiri atas 17 jiwa, termasuk dua orang lanjut usia dan dua balita mengungsi.

Sementara itu di Kecamatan Patrang, banjir menyebabkan sejumlah warga kerepotan. Sembilan keluarga di Jalan Melon Krajan, tiga keluarga di Jalan Moch. Seroedji RT 02/RW 17 Lingkungan Krajan kebanjiran. Sepuluh keluarga yang terdiri atas 70 jiwa di Kampung Durenan RW 24 RT 03 dan 04 juga bernasib sama.

Selain itu, banjir terjadi Gladak Kembar, Kecamatan Sumbersari, Jalan A. Yani, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates dengan satu rumah kebanjiran setinggi satu meter, Pondok Ibu, Kecamatan Pakusari, dan Jalan Bengawan Solo. [wir/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar