Peristiwa

Sumenep Siapkan BLK untuk Tempat Isolasi Pekerja Migran

Wakil Bupati Sumenep saat meninjau BLK sebagai tempat isolasi PMI (foto: Temmy)

Sumenep (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep ‘menyulap’ Balai Latihan Kerja (BLK) di Desa Parsanga, Kecamatan Kota, menjadi Rumah Isolasi Darurat Covid-19 (RIDC) kedua.

RIDC 2 BLK tersebut khusus diperuntukkan bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru pulang dari luar negeri. Selama ini, para PMI menjalani isolasi di RIDC Batuan, bersama dengan pasien positif Covid-19 tanpa gejala.

Wakil Bupati Sumenep, Dewi Khalifah menjelaskan, para PMI yang baru pulang dari luar negeri, sebelum pulang ke kampung halamannya harus menjalani isolasi di RIDC 2 BLK. “Yang menjalani isolasi di BLK ini khusus bagi PMI dengan hasil test PCR negatif. Kalau hasil test PCR nya positif, harus diisolasi di RIDC 1 di Batuan,” katanya, Jumat (30/7/2021).

Ia menjelaskan, para PMI ini akan menjalani isolasi di RIDC 2 selama lima hari, setelah sebelumnya menjalani masa karantina di Provinsi Jawa Timur selama tiga hari. Setelah menjalani karantina tersebut, apabila hasil test PCR-nya negatif, maka yang bersangkutan diperbolehkan pulang. Tetapi apabila hasil test PCR-nya positif, maka harus menjalani perawatan hingga sembuh.

“Kami berharap para PMI yang pulang dari luar negeri dalam keadaan sehat dan tidak terpapar Covid-19, supaya secepatnya berkumpul bersama keluarga di kampung halaman,” ujar Dewi Khalifah.

RIDC 2 BLK sebagai pusat karantina bagi para PMI tersebut mampu menampung 40 orang. Dinas Kesehatan Sumenep telah menyiapkan tenaga kesehatan untuk memantau setiap perkembangan kesehatan para PMI yang menjalani isolasi di RIDC 2 BLK. Petugas kesehatan tersebut terbagi dalam 3 shift setiap hari. Setiap shift terdiri dari satu dokter dan dua perawat. [tem/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar