Peristiwa

Sumber Air di Area Persawahan Mojokerto Keluarkan Rasa Asin

Sumber di area persawahan Dusun Brayukulon, Desa Brayublandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto yang mengeluarkan rasa asin. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Terdapat 10 titik kubangan atau sumber yang mengeluarkan rasa asin di area persawahan Dusun Brayukulon, Desa Brayublandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Ini menyusul, rasa air di dalam kubangan tersebut mirip garam.

Padahal Dusun Brayukulon jauh dari laut, baik laut di wilayah Gresik maupun laut selatan di Malang. Selama ini untuk mendapatkan air bersih, warga harus mengebor hingga kedalaman belasan bahkan puluhan meter.

Air asin di tempat ini justru keluar dari dalam tanah dengan sendirinya. Dari 10 titik sumber, hanya satu titik kubangan dengan luas sekitar 15 x 15 meter yang berada persis di tengah persawahan. Meskipun bercampur air hujan, namun rasanya tetap asin. Sementara di sekitar lokasi, air terasa tawar.

Selain berasa asin, sumber mengeluarkan lumpur bercampur minyak. Ini terlihat saat kayu dengan ukuran kurang lebih 15 cm dimasukan dalam sumber air asin. Sumber di sisi barat kubangan juga mengeluarkan minyak berwarna coklat yang baunya mirip bau solar, namun tidak bisa terbakar saat disulut korek api.

Kepala Dusun (Kadus) Brayukulon, Edy Purwanto membenarkan, ada 10 titik sumber air asin yang terdapat di area persawahan di wilayahnya. “Semua rasanya asin. Hanya di sini yang mengeluarkan rasa asin. Selama ini disini tidak pernah ada penimbunan garam di dalam tanah,” ungkapnya, Selasa (7/1/2020).

Masih kata Edy, sumber tersebut sudah ada sejak lama. Meskipun musim kemarau, sumber tersebut tidak pernah surut justru terasa semakin asin seperti rasa air laut. Edy menjelaskan, jika area persawahan tersebut merupakan tanah ganjaran milik Sekretaris Desa Brayublandong. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar