Peristiwa

Sulit Dapatkan BBM Bersubsidi, Nelayan Gresik Wadul Wabup

Gresik (beritajatim.com) – Nelayan Gresik yang tergabung dalam Kesatuan Nasional Tradisional Indonesia (KNTI) wadul ke Wabup Aminatun Habibah (Bu Min). Nelayan wadul akibat kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi.

Imbas sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi, nelayan terpaksa harus membeli BBM non subsidi dengan harga yang lebih mahal. Perbedaan harga membuat mereka kalangkabut di tengah sulitnya mencari ikan.

Sebagai perbandingan, harga BBM solar bersubsidi saat ini berkisar Rp 5.150 per liter. Sedangkan BBM non subsidi sebesar Rp 6.000 per liter. Adapun kebutuhan kapal tiga hari berlayar, setidaknya harus mengisi sekitar 30 hingga 50 liter. Total biaya operasi untuk BBM mereka harus mengeluarkan sebesar Rp 180 ribu hingga Rp 300 ribu.

Ketua KNTI Gresik Sulton menuturkan, ada beberapa penyebab membuat para nelayan tidak bisa mengakses BBM bersubsidi. Salah satunya nelayan di daerah Gresik Utara tidak memiliki kartu Kusuka, yang diterbitkan oleh pemerintah.

Untuk memiliki kartu Kusuka, ada beberapa persyaratan. Contohnya, harus mendapatkan surat rekomendasi dari dinas kelautan, dan beberapa syarat lainnya. Termasuk kelengkapan surat izin kapal dan buku pencatatan kapal atau sejenis BPKB.

“Saya mohon kepada pemerintah agar membantu para nelayan yang tidak bisa mengakses BBM bersubsidi dibantu memenuhi syarat. Termasuk surat rekomendasi dari dinas,” tuturnya, Jumat (9/09/2021).

Sekjen KNTI Pusat Iing Rohimin mengatakan, hasil survei lembaganya dengan Fitra Jatim, menunjukkan, sebagian besar (80 persen) responden nelayan tidak memiliki akses terhadap BBM subsidi. Sedangkan 20 persen lainnya menikmati BBM bersubsidi.

“Kami mengharapkan agar pemerintah menyediakan SPBU yang dekat dengan laut. Sebab, kebutuhan pokok nelayan antara 60 hingga 70 persen ada di BBM. Berdasarkan Undang-undang BBM bersubsidi boleh diakses nelayan kecil dan menengah,” tuturnya.

Ia menjelaskan sesuai kuota nasional, ada sebanyak 3,21 juta kilo liter yang diperuntukkan khusus nelayan kecil dan menengah. Di Gresik sendiri, KNTI mempertanyakan kemana persebaran kuota BBM untuk komunitas nelayan.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah akan melakukan evaluasi. dalam waktu dekat. Dirinya, berjanji akan memanggil secara khusus dinas terkait, yakni Dinas Kelautan dan Perikanan. Tujuannya menindaklanjuti persoalan nelayan di Gresik Utara.

“Soal solar subsidi akan dibangun dekat pantai untuk mempermudah nelayan mendapatkan BBM bersubsidi. Kita kordinasikan dengan dinas perikanan secepatnya,” pungkasnya. [dny/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar