Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Sukseskan Digitalisasi TV, Balmon Surabaya Gelar Koordinasi Dengan KPID Jatim dan Multiplekser

Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Surabaya ( Balmon Surabaya) menggelar rapat koordinasi dengan KPID Jatim, Selasa (12/4/2022).

Surabaya (beritajatim.com) – Sukseskan Digitalisasi TV, Balmon Gelar Koordinasi Dengan KPID Jatim dan Multiplekser.

Dalam rangka mensukseskan program digitalisasi televisi yang dikenal Analog Switch Off (ASO) Tahap pertama di Jawa Timur, Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Surabaya ( Balmon Surabaya) menggelar rapat koordinasi dengan pihak terkait.

Pihak tersebut adalah Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur dan perwakilan penyelenggara multipleksing (Multiplekser). Acara ini diselenggarakan di Ruang Bromo Kantor Balmon Surabaya.

“Terima kasih untuk KPID Jawa Timur dan rekan-rekan penyelenggara multipleksing tahap pertama yang hadir di sini. Tujuan dari acara ini adalah untuk memastikan kesiapan secara tehnis pelaksanaan ASO tanggal 30 April mendatang. Kita perlu berkoordinasi agar pelaksanaan ASO berlangsung dengan sukses,” ungkap Kepala Balmon Surabaya Supriadi membuka acara, Selasa (13/4/2022).

Selanjutnya acara diteruskan dengan paparan kesiapan tehnis ASO yang dipandu oleh bidang terkait di Balmon Surabaya.

KPID Jawa Timur dan secara bergantian 6 penyelenggara multipleksing (multiplekser) di Jawa Timur menyampaikan kesiapan dan kendala di lapangan. Keenam multiplekser tersebut adalah TVRI, Metro, Trans TV, SCTV, GTV dan ANTV.

Multiplekser ini sendiri adalah pihak yang mendapatkan kewenangan untuk memancarkan siaran dari beberapa televisi analog yang ada di Jawa Timur.

Dalam paparan awal yang disampaikannya Adi dari Balmon Surabaya menyatakan perkembangan terakhir penyelenggaraan ASO di Jawa Timur terutama tahap pertama yaitu Jawa Timur 3 (Sampang, pamekasan, sumenep, Jawa Timur 4 (Lumajang, Jember, Bondowoso), Jawa Timur 5 (Situbondo), Jawa Timur 6 (Banyuwangi) dan Jawa Timur 10 (Pacitan).

Dalam paparannya disampaikan kondisi kesiapan tehnis multiplekser dan beberapa lembaga penyiaran yang sudah melakukan siaran digital digital (migrasi) maupun simulcast (analog dan digital).

Merespon paparan yang dilakukan Adi, perwakilan multiplekser yang hadir dalam kesempatan tersebut, terutama yang terlibat di tahap pertama, yaitu TVRI, Metro, Trans TV, SCTV, GTV dan ANTV. Beberapa hal yang disampaikan diantaranya, kesiapan infrastruktur mereka, kendala tehnis yang dihadapi, kendala administrasi yang dihadapi dan beberapa kendala lainnya.

Salah satu kendala yang sempat disampaikan pada kesempatan tersebut adalah belum adanya penerbitan ISR kepada ANTV sehingga kesulitan untuk bersaing dalam mendapatkan pengguna mux.

“Sampai saat ini ISR kami belum terbit pak, sehingga menyulitkan kami untuk bersaing mendapatkan pelanggan multipleksing. Ibarat orang mau menikah, yang lain sudah pacaran dan siap menikah, nasib kami masih mengambang,” ungkap perwakilan ANTV dengan gaya bicara jenaka.

Menanggapi hal ini, Kabalmon Surabaya, Supriadi menyampaikan bahwa terkait dengan ISR, sudah dibahas di Kominfo Pusat dan pasti ada solusi.

Selain hal yang bersifat tehnis, dalam kesempatan tersebut juga dibahas pola pembagian Set Top Box (STB) bagi keluarga penerima bantuan sosial atau masuk dalam data terpatdu kesejahteraaan sosial (DTKS). Beberapa permasalahan di lapangan yang muncul diantaranya distribusi STB dan juga perubahan kondisi dari data yang sudah diperoleh.

Sehubungan dengan hal ini, KPID Jawa Timur yang diwakili oleh Ketua KPID Jatim Immanuel Yosua dan komisioner bidang PS2P Habib M Rohan menyatakan bahwa untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan Kerjasama dan sinergi dengan pihak terkait seperti Dinas Kominfo Jawa Timur dan Kabupaten/Kota ataupun pihak terkait lainnya.

Dengan adanya Kerjasama maka kendala yang dihadapi terkait dengan waktu akan dapat diminimalisir. Pihak tersebut diantaranya menurut mereka adalah Dinas komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Menanggapi diskusi yang berlangsung cukup interaktif dan menarik, di akhir acara Kabalmon Surabaya, Supriadi Kembali mengingatkan agar ada koordinasi dan informasi perkembangan terkini dari penyelenggara multipleksing di ASO Tahap pertama Jawa Timur.

Ia menambahkan bahwa Balmon tidak menginginkan adanya pelanggaran yang terjadi paska akhir April. Terutama terkait dengan ijin penggunaan STL.

Terkait dengan sinergi, Kabalmon yang juga penyandang gelar Magister di bidang Hukum ini menyambut baik adanya Kerjasama dan sinergi dalam mensukseskan ASO di Jawa Timur.

Menurutnya, KPID sebagai perwakilan masyarakat dan penyedia multiplekser sebagai pemegang hak pancar memiliki peran yang cukup besar dalam kesuksesan ASO. (ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar