Peristiwa

Sudah Telan 5 Korban Manusia, Jebakan Tikus Kini Dilarang Polisi

Jajaran Polsek Pangkur memasang banner larangan penggunaan jebakan tikus di Desa Pangkur, Jumat (25/12/2020).

Ngawi (beritajatim.com) – Polsek Pangkur melarang penggunaan jebakan tikus yang teraliri listrik guna membasmi hama tikus di lahan persawahan. Larangan ini untuk menyikapi banyaknya kejadian petani tersengat hingga meninggal dunia.

“Larangan hanya sebatas imbauan. Bahwa, memasang jebakan tikus yang dialiri listrik di persawahan itu sangat berbahaya,” ujar Kapolsek Pangkur AKP Subandi kepada Beritajatim.com, Jumat (25/12/2020).

Menurutnya, meski hanya imbauan, terus dilaksanakan baik secara langsung kepada para petani, juga lewat perangkat desa, tokoh masyarakat dan kepala desa.

“Sudah serentak para BKTM menyampaikan turun di lapangan dan juga cek lapangan. Demikian juga saya maupun para Kanit juga turun langsung,” katanya.

Sebagai informasi, jebakan tikus listrik di Ngawi terus menelan korban. Dalam dua pekan terakhir, ada 5 korban tewas tersetrum jebakan tikus di Ngawi. Lima korban tersebut terhitung mulai 8 hingga 22 Desember 2020. [asg/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar