Peristiwa

Sudah Diserang Hama, Harga Gabah Kering di Petani Bojonegoro Juga Turun

Petani di Desa Wotanngare Kecamatan Kalitidu Bojonegoro memanen dini tanaman padi yang terserang hama wereng.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sejumlah petani di Desa Wotanngare Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro merugi lantaran tanaman padinya diserang hama. Selain itu, harga gabah kering ditingkat petani juga sedang turun.

Menurut seorang petani bernama Mashuri (46), warga Desa Wotanngare RT 017 RW 005, Kecamatan Kalitidu, serangan hama wereng tersebut diketahui warga ketika tanaman padi sudah memasuki masa panen atau berumur lebih dari 80 hari.

Mashuri menjelaskan bahwa hama tersebut lebih menyerang batang paling bawah sehingga kondisi tanaman padi menjadi kering dan buahnya tidak berisi atau warga setempat menyebuntnya gabuk.

“Hampir semua tanaman padi milik petani di Desa Wotanngare diserang hama, meskipun luas tanaman yang diserang bervariasi, namun dikawatirkan akan mempengaruhi hasil produksi dan harga jual padi,” ujarnya, Minggu (21/2/2021).

Menurutnya, hasil panen para petani di desanya akan menurun akibat serangan hama wereng tersebut, sehingga para petani akan merugi. Dia menambahkan, saat ini harga jual padi kering sawah berkisar Rp 3.900 per kilogramnya, padahal sebelumnya harganya berkisar Rp 4.400 per kilogramnya.

“Apalagi saat awal tanam kita juga susah mendapatkan pupuk bersubsisi, sehingga para petani harus membeli pupuk non subsidi yang harganya cukup mahal. Belum lagi modal awal kita juga banyak,” ucapnya.

Sementara, Kepala Desa Wotanngare, Kecamatan Kalitidu, Yaci, membenarkan bahwa tanaman padi milik warga didesannya saat ini diserang hama wereng. Sesuai data yang diterimanya, ada sekitar 100 hektare lahan padi yang terserang hama dan tersebar di tiga dukuh, yakni Dukuh Tawing, Dukuh Dempol, dan Dukuh Wotanngare.

“Ya betul. Kurang lebih ada 100 hektare yang diserang hama wereng, tersebar di tiga dukuhan, yaitu Dukuh Tawing, Dukuh Dempol, dan Dukuh Wotanngare,” kata Yaci, melalui sambungan telepon selulernya.

Menurutnya, Pemerintah Desa Wotanngare sebelumnya juga telah berupaya memberikan bantuan berupa obat-obatan pestisida kepada para petani, untuk membasmi hama tersebut, namun karena luas lahan petani yang terserang hama cukup luas dan dana yang tersedia cukup terbatas, sehingga tidak mencukupi.

“Karena wilayah yang terserang hama wereng luas jadi bantuannya terbatas. Yang jelas kita sudah berupaya membantu para petani,” pungkasnya. [lus/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar