Peristiwa

Sterilisasi Masjid Jamik Sumenep Antisipasi Penyebaran Covid-19

Sumenep (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep juga melakukan penyemprotan disinfektan ke Masjid Jamik setempat. Sterilisasi tersebut sebagai upaya untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

“Kami mengutamakan sterilisasi di tempat-tempat yang banyak dikunjungi orang seperti masjid, pasar, sekolah, dan pondok pesantren,” kata Kepala BPBD Sumenep, Abd. Rahman Riyadi, Kamis (19/3/2020).

Ia menjelaskan, BPBD membentuk tiga tim yang bergerak serentak untuk penyemprotan disinfektan di fasilitas-fasilitas umum. Masing-masing tim berjumlah 10 orang. “Hari ini ada 15 masjid, 2 pasar, dan 5 sekolah yang sudah kami sterilisasi. Ini merupakan upaya kami untuk mencegah penyebaran virus corona,” terang Rahman.

Ia menjelaskan, penyemprotan disinfektan itu akan dilakukan sesuai masa tanggap darurat. Bisa 2 minggu atau bahkan 1 minggu sekali. “Kami akan sampaikan di rapat koordinasi sekaligus evaluasi besok tentang sterilisasi fasilitas umum ini, akan dilakukan berapa kali,” ujarnya.

Dalam kegiatan sterilisasi tersebut, BPBD melibatkan sejumlah instansi lain, termasuk kepolisian dan TNI. Selain BPBD, Dinas Kesehatan juga melakukan kegiatan serupa di lokasi berbeda. “Yang diprioritaskan untuk disemprot disinfektan ini adalah tempat ibadah dan pasar, karena menjadi pusat berkumpulnya masyarakat,” jelas Rahman. [tem/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar