Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Status Tanah di SDN Jeladri 1 Pasuruan Tak Jelas, Wakil Komisi I DPRD Ingatkan Potensi Pidana Pemalsuan

Pasuruan (beritajatim.com) – Perselisihan tanah warga yang ditempati SDN Jeladri 1 dibawa ke DPRD Kabupaten Pasuruan. Kepemilikan lahan yang jadi lokasi berdirinya SD sejak 1973 ini mulai dipersoalkan kembali.

Arjahat yang merupakan ahli waris pemilik tanah terletak di Desa Jeladri adalah milik keluarganya. Arjahat mengklaim tanah itu adalah warisan dari ayahnya, almarhum Mirai.

“Tanah itu milik lima orang ahli waris anak Pak Mirai yaitu bapak saya. Saya ini merupakan anak ke empat, suratnya ada di letter C itu,” kata Arjahat, Senin (22/8/2022).

Arjahat juga menjelaskan, mulai dari 2003 sampai 2022 ini dia sudah menanyakan kejelasan tanah tersebut. Bahkan dia rutin membayar pajak atas tanah tersebut.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Hasbullah, memberikan pernyataan berbeda. Dia mengaku pada 6 Agustus 2019 sudah melakukan koordinasi dengan perangkat desa.

Si tengah koordinasi itu, pihaknya menemukan kejanggalan. Salah satunya terkait status kepemilikan tanah.

“Saat itu kami sudah melakukan koordinasi dengan kepala desa dan menemukan sebuah kejanggalan. Surat keterangan tersebut memakai kop dan ditandatangani oleh pihak desa, sedangkan saat itu pihak desa tidak merasa menandatangani surat,” jelas Hasbullah di hadapan anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan.

Saat ditanya terkait pembayaran pajak, Hasbullah enggan berkomentar. Sampai saat ini, dia memastikan proses pembelajaran terus berjalan.

Menanggapi persoalan ini, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan, Agus mengatakan, surat yang diduga palsu tersebut harus segera diluruskan. Jika memang perangkat desa tidak merasa tanda tangan, nantinya itu akan masuk tindakan penipuan.

“Kalau surat itu palsu hukumannya itu pidana penipuan. Kalau sudah seperti itu ancamannya bisa sampai 8 tahun kurungan penjara,” jelasnya singkat. [ada/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev