Peristiwa

Status Kabupaten Mojokerto Siaga Darurat Bencana, 3 Posko Didirikan

Mojokerto (beritajatim.com) – Polres Mojokerto bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana di kantor BPBD Kabupaten Mojokerto, Sabtu (4/1/2020). Hal ini dilakukan menyusul, Plt Bupati Mojokerto menetapkan status Kabupaten Mojokerto menjadi Siaga Darurat Bencana.

Waka Polres Mojokerto, Kompol Toni Sarjoko bertindak sebagai inspektur Apel Kesiapsiagaan Bencana yang diikuti oleh instansi terkait. Polres Mojokerto bersama BPBD Kabupaten Mojokerto mendirikan tiga posko siaga bencana yang didirikan di kantor BPBD, Pacet dan Trowulan.

Waka Polres Mojokerto, Kompol Toni Sarjoko mengatakan, apel digelar untuk melihat kesiapsiagaan dalam penanganan bencana. “Kita sudah siap, kita sudah dirikan posko yang diduga terjadinya bencana. Di BPBD, Pacet dan Trowulan. Dibentuknya posko untuk mendekatkan apabila terjadi bencana di wilayah kita,” tuturnya.

Didirikannya tiga posko bencana tersebut diharapkan kecepatan petugas penanggulangan bencana cepat tertangani. Baik personil, peralatan maupun bantuan. Dengan adanya posko sehingga diharapkan bisa gerak cepat dan diharapkan selalu sinergi yang terlibat. Sehingga semua bisa dilaksanakan dengan baik dan bersama-sama.

“Kita siapkan anggota baik TNI/Polri, relawan, BPBD, semua terlihat kesiapsiagaan jika terjadi bencana. Jumlahnya tiap posko berbeda, seperti di Pacet kita bentuk satu regu dari Polres Mojokerto, tiga relawan, tiga dari Perhutani dan Koramil Pacet. Setiap hari berganti dibawa kendali oleh perwira, ada Kaposkonya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, Berdasarkan mitigasi dan update peta, Kabupaten Mojokerto ada enam ancaman. “Angin puting beliung, banjir, longsor, kebakaran hutan, kekeringan dan erupsi gunung. Namun terkait bencana hidrometeorologi ada tiga yang perlu diwaspadai,” ungkapnya.

Yakni angin puting beliung, banjir dan longsor. Masih kata Zaini, banjir terjadi di utara sungai karena Kali Lamong yang merupakan anak Sungai dari Sungai Bengawan Solo yang belum ada perbaikan. Baik normalisasi maupun perbaikan tanggul, langkah pemerintahan hanya edukasi kepada masyarakat.

“Terkait dengan itu Plt Bupati Mojokerto menetapkan siaga darurat bencana sejak bulan Desember 2019 sampai April 2020. Artinya pemerintah akan mengambil sikap menyiapkan prasarana dan sarana serta sumber daya dana dana sehingga langkah tidak normal bisa dilakukan. Dalam penanganan ada enam elemen,” katanya.

Mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, ahli dan Perguruan tinggi. Saat ini, lanjut Zaini, paradigma sudah beralih pencegahan bukan lagi reaktif. Yakni dengan siap siaga bencana, dibentuk desa tangguh bencana, perempuan tangguh bencana, sekolah madrasah tangguh bencana, musholah tangguh bencana.

“Kita juga siapkan early warning system, mohon doa semuanya Mojokerto terhindar dari bencana. Untuk dana yakni dana tidak terduga, berapapun pemerintah menyiapkan asalkan kaki cepat, mitigasi benar, aturan benar. Yang mengajukan adalah OPD teknis yang membidangi atas rekomendasi BPBD,” ujarnya.

Logistik juga siap. Ancaman bahaya banjir mulai Mojoanyar, Mojosari hingga Ngoro sedikit berkurang karena normalisasi Kali sadar sudah tuntas. Diharapkan dengan tuntasnya Kali Sadar bisa melancarkan pembuangan, namun anak sungai yang belum normalisasi. Untuk Kali Lamong butuh dana Rp1,4 triliyun.

“Usulan, tata muka, paparan dari kabupaten yang terdampak tapi karena dana tidak ada sehingga belum bisa dilakukan. Saat ini, masih fokus bencana gempa bumi,” ujarnya.

Sejumlah kecamatan di Kabupaten Mojokerto memiliki tingkat kerawanan terhadap ancaman bencana khusunya bencana hidrometeorologi. Di Kecamatan Ngoro rawan terjadi anjir dan longsor, Trawas rawan tanah longsor, Pacet rawan longsor dan banjir, Gondang rawan anjir dan longsor, Jatirejo rawan banjir dan longsor.

Kecamatan Kutorejo rawan anjir dan longsor, Dawarblandong rawan anjir dan angin puting beliung, Kemlagi rawan bencana banjir dan angin puting beliung, Jetis rawan ngin puting beliung, Sooko rawan anjir dan angin puting beliung dan Kecamatan Puri rawan anjir dan angin puting beliung. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar