Peristiwa

Sopir Innova Halangi Mobil Ambulance di Mojokerto Diberi Surat Tilang dan Wajib Minta Maaf

Tangkapan layar, sopir mobil Innova nopol 1597 RX warna hitam memakai kaos warna putih.

Mojokerto (beritajatim.com) – Satlantas Polres Mojokerto langsung menelusuri sopir mobil Innova nopol L 1597 RX warna hitam yang menghalangi laju mobil ambulance yang membawa korban kecelakaan di Pacet, Minggu (18/10/2020). Sopir diberikan surat tilang dan diminta membuat video permintaan maaf.

“Pada saat itu, hari Minggu, tanggal 18 Oktober 2020.Kami mendapatkan video yang beredar di media sosial viral berkaitan dengan mobil Innova yang menghalang-halangi ambulance yang pada saat itu membawa korban kecelakaan lalu lintas,” ungkap Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Randy Asdar SIK, Selasa (20/10/2020).

Masih kata Kasat, dalam video berdurasi 37 detik tersebut memperlihatkan mobil ambulance yang membawa korban kecelakaan di Kecamatan Pacet dihalangi sebuah mobil Innova yang ada di depannya. Video tersebut viral di media sosial dan sampai ke meja Kasat Lantas Polres Mojokerto.

“Kami coba telusuri pemilik mobil Innova yang menghalangi ambulance tersebut. Kami dapatkan identitas pemiliknya, kami coba komunikasikan dengan pemiliknya. Mobil tersebut adalah salah satu kendaraan rental yang ada di Kota Surabaya. Pemilik rental minta maaf terhadap kejadian tersebut,” katanya.

Namun, lanjut mantan Kasat Lantas Trenggalek ini, saat itu belum diketahui keberadaan sopir yang membawa mobil Innova nopol L 1597 RX warna hitam tersebut. Sopir diketahui bernama Ali Nur Rohmad (50), warga Desa Barong Sawahan, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang.

“Kemarin kita bisa komunikasi dengan si sopirnya. Sopirnya kita datang ke sini (Polres Mojokerto, red) dan relawan yang ada pada saat itu kita undang juga ke kantor. Kita coba menyelesaikan permasalahan ini. Si sopir mengakui pada saat itu dia gugup ada ambulance di belakangnya,” ujarnya.

Dari pengakuan sopir, lanjut Kasat, di sebelah kiri ada got, sebelah kanan lalu lintas cukup ramai jadi sopir gugup. Meski sopir beralasan gugup dengan situasi saat itu, namun pihaknya tetap melakukan upaya penegakan hukum yakni dengan melakukan penindakan terhadap si sopir.

“Sopir kita tidak, apapun alasannya karena telah menghalang-halangi kendaraan yang memiliki hak utama yaitu ambulance. Harapan kami, hal ini bisa menjadi hal yang terakhir dan tidak ada lagi kendaraan-kendaraan yang menghalangi kendaraan-kendaraan yang punya hak utama,” jelasnya.

Seperti mobil ambulance dan mobil pemadam kebakaran. Selain memberikan penindakan terhadap si sopir dengan tilang, lanjut Kasat, sopir juga diminta membuat video pernyataan yang isinya permintaan maaf sopir baik itu kepada para relawan maupun masyarakat khususnya masyarakat daerah Pacet.

“Kita berikan surat tilang dan kita minta sopir untuk membuat video berisi permintaan maaf kepada para relawan maupun masyarakat khususnya masyarakat di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Saat itu, sopir membawa tamu dari Pacet ke Jombang. Semoga kejadian ini menjadi yang terakhir,” tegasnya. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar