Peristiwa

Solidaritas Penyuluh KB di Tengah Pandemi Covid-19

Aksi solidaritas Penyuluh KB di Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran virus corona dan empati terhadap masyarakat yang terdampak virus corona (Covid-19), Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto melalui Penyuluh KB melakukan sosialisasi pencegahan Covid-19, Rabu (15/4/2020).

Dengan menggunakan Mobil Unit Penerangan (Mupen) KB, petugas memberikan edukasi kepada masyarakat agar selalu di rumah untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Yakni dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga jarak minimal satu meter, menghindari keramaian dan olahraga untuk meningkatkan imun tubuh.

Dan jika terpaksa harus keluar rumah untuk bekerja, maka masyarakat wajib menggunakan masker. Dalam aksi solidaritas tersebut tak hanya mengedukasi masyarakat, petugas juga membagikan masker dan paket sembilan bahan pokok (sembako) kepada masyarakat terdampak Covid-19.

Aksi dengan tema ‘Rabu Berbagi’ dilaksanakan serentak di 18 Kecamatan dengan sasaran masyarakat kelas ekonomi bawah yang notabene kelompok yang paling merasakan terdampak penyebaran virus corona di Kabupaten Mojokerto. Dampak yang paling terasa adalah hilang atau berkurangnya pendapatan masyarakat.

Koordinator aksi Djoni K Arys menuturkan, bantuan tersebut dari spontanitas karyawan DP2KBP2 dan Penyuluh KB. “Hasilnya, ada 3.600 masker dan 180 paket sembako yang berisi beras, minyak dan mie instan yang kami bagikan kepada masyarakat terdampak. Seperti tukang ojek, pedagang pasar, dan kader KB yang kurang mampu dengan harapan meringankan beban mereka di tengah pandemi corona,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto, Joedha Hadi menjelaskan, dampak pendemi Covid-19 Kabupaten Mojokerto sangat dirasakan oleh masyarakat. Penutupan tempat wisata, cafe, tempat hiburan dan tempat keramaian lainnya mengakibatkan berkurangnya pendapatan masyarakat secara draktis.

“Ditambah lagi harga masker di pasaran yang melonjak tinggi mengakibatkan masyarakat kesulitan mendapatkan alat pengaman diri tersebut. Untuk itulah kami memberdayakan kader untuk membuat masker kain dan kami beli untuk dibagikan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan,” jelasnya.

Pihaknya berharap agar kegiatan tersebut dapat diduplikasi oleh lembaga lain atau paling tidak agar sasaran masyarakat yang memperoleh bantuan semakin besar. Joedha menambahkan, di Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur sendiri juga ada himbauan untuk bergotong royong menggalakkan Program Peduli terhadap masyarakat terdampak Covid-19.

“Baik terhadap masyarakat terdampak Covid-19 secara langsung, kolekif dan massif menjadi wujud nyata kepedulian kita dalam menghadapi masa krisis ini,” tegasnya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar