Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Soal Sungai Pacalan Tercemar Limbah Kotoran Sapi, Ini Kata Bupati Magetan

Aliran sungai di Desa Pacalan, Plaosan, Magetan yang tercemar olah limbah cair kotoran sapi yang diduga berasal dari Kampung Susu Lawu, Kelurahan Sarangan, Plaosan.

Magetan (beritajatim.com) – Pencemaran dari aktivitas peternak sapi perah di Kampung Susu Lawu (KSL), Lingkungan Singolangu, Kelurahan Sarangan, Plaosan, Magetan, Jawa Timur jadi keluhan warga. Khususnya warga Pacalan, Plaosan, Magetan yang secara geografis letaknya berada di bawah KSL.

Warga Pacalan mengeluhkan kotoran sapi yang mencemari sungai mereka. Bahkan air di sumber Perumdan Lawu Tirta turut tercemar.

Kondisi ini akhirnya diakui Bupati Magetan, Suprawoto. Kini pihaknya tengah melakukan proses lelang proyek pembangunan instalasi pengolahan air limbah di KSL.


“Memang sudah ada rencana untuk membangun IPAL. Tahun ini segera dibangun tapi teknis lengkapnya ada di Dinas Lingkungan Hidup,” kata Suprawoto usai giat di Ruang Jamuan Pendapa Surya Graha, Selasa (26/7/2022)

Kang Woto, sapaan akrab Suprawoto mengungkapkan, KSL seharusnya memang menerapkan sistem IPAL terpadu. Yaitu, sapi yang diternak ditempatkan di satu kandang.

Dengan begitu, seluruh kotoran sapi ditampung di satu tempat. Kemudian diolah agar bisa jadi biogas dan limbah cairnya juga harus diolah sebelum airnya dibuang ke saluran atau ke sungai.

Sayangnya, hal itu agak sulit dilakukan karena kultur masyarakat yang menganggap sapi sebagai rojokoyo. Sehingga kandangnya harus berdekatan denga rumah masing-masing pemilik sapi. Ini berakibat pada air limbah kotoran sapi tak bisa diolah di satu tempat.

“Sementara, untuk pembangunan IPAL yang kali ini nanti kalau jadi seperti apa teknisnya, saya belum cek lagi ya. Coba DLH yang lebih paham soal teknis detailnya,” kata Kang Woto.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Magetan Saif Mukhlisun memilih kabur saat awak media hendak mengkonfirmasi terkait. Mukhlis sempat mendatangi giat di Ruang Jamuan Pendapa Surya Graha namun segera melanjutkan perjalanan saat awak media hendak menanyakan teknis IPAL yang dibangun untuk KSL.

“Ini sudah terlambat, saya ditunggu di (Gedung) Pramuka,” katanya kemudian masuk ke mobil dinas tanpa memberikan keterangan soal IPAL. [fiq/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar