Peristiwa

Soal Pesan Viral di WAG, Ini Penjelasan Direktur RSUA

foto/dok beritajatim

Surabaya (beritajatim.com) – Heboh di masyarakat mendapat tangkapan layar pesan whatsapp yang diduga dari dr Prastuti Asta Wulaningrum selaku Ketua Satgas Corona RSUA yang berisi keluhan atas banyaknya orang yang berdatangan ke Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA).

Banyaknya orang yang datang ini menyebabkan tenaga kesehatan kewalahan. Di dalam tangkapan layar pesan whatsapp tersebut juga ditulis bahwa terdapat 15 pasien Covid-19 yang tidak mendapatkan kamar.

Terkait hal tersebut Direktur RSUA Prof dr Nasronudin SpPD-KPTI FINASIM mengatakan bahwa memang sempat terjadi penumpukan pasien tetapi saat ini semua pasien telah dirawat dan mendapatkan kamar.

“Karena kemarin sebelum dibuka ruangan baru lantai 5, RSKI memang pasien IGD menumpuk tapi terkendali karena selasar HD digunakan untuk menampung pasien. Namun Alhamdulillah, setelah lantai 5 dibuka IGD terurai dan pagi ini 15 pasien sudah dapat kamar semua,” ungkap Prof Nasron, kepada beritajatim.com Sabtu (2/5/2020).

Prof Nasron mengatakan bahwa pasien-pasien bisa terlayani dengan baik, meski sempat terjadi penumpukan dan tenaga kesehatan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) level 3.

Ditanya lebih lanjut tentang skema sirkulasi pasien, Prof Nasron mengatakan skema tersebut sudah disiapkan.

“Skema sirkulasi pasien tentu ada. Masalahnya kami sering dapat pasien rujukan lepas, banyak yang datang bertubi tubi dan kapasitas ruangan terbatas. Tentu timbul masalah baru. Pasien bila sudah di IGD RSUA pada umumnya juga ingin tetap betahan disitu meski tahu ruangan penuh. Ya tidak salah karena mereka merasa aman daripada di rumah,” tambahnya.

Selain itu, Prof Nasron mengatakan bahwa di RSUA tidak ada anak anak dan bayi yang meninggal karena kejadian ini.

“Setahu saya tidak ada, mungkin yang dimaksud adalah pasien rujukan lepas,” tukasnya.

Disisi lain, Dr.Nilly, Sp.F Kepala Humas RSUA mengatakan bahwa skema sirkulasi pasien telah diterapkan yakni pemisahan gedung bagi pasien Covid-19 dan pasien umum.

Pasien umum dibuka di pintu barat atau gedung utama RSUA. Sedangkan pasien Covid-19 dibuka di pintu timur atau gedung RSKI.

“Semakin banyak pasien terduga Covid-19 yang datang atau dikirim ke IGD RSUA. Kami sudah mengupayakan untuk memisah antara pasien terduga covid dan pengunjung lain mulai dari pelayanan IGD, poli rawat jalan, HCU dan ICU serta penambahan ruang perawatan covid,” tukas dr Nilly.

Iapun berharap, masyarakat agar lebih bijak untuk menunda pergi ke RS bila tidak dalam kondisi darurat dan mematuhi anjuran pemerintah dengan mengikuti aturan PSBB serta protokol kesehatan lainnya: jaga jarak fisik, menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan sering cuci tangan, memakai masker dengan benar, istirahat cukup dan makan makanan bergizi. [adg/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar