Peristiwa

Soal Pemotongan Pohon Penghijauan Jalan, Begini Penjelasan Pemkab Bojonegoro

Pemotongan pohon penghijauan di Jalan Panglima Sudirman, Kabupaten Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Masyarakat banyak dibuat bingung terhadap program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro yang memotong pohon penghijauan jalan secara massal. Terlebih, pemotongan pohon peneduh itu dilakukan saat musim kemarau, sehingga panas matahari sangat terasa di siang hari.

Ekspresi kebingungan itu bahkan ada yang disampaikan melalui grup-grup di media sosial dengan harapan mendapat jawaban. Salah satu postingan oleh pemilik akun Ibnu Efendik, di grup facebook, Kabar Bojonegoro, dia menanyakan maksud dari penebangan pohon penghijauan tersebut.

Dalam postingannya pemilik akun juga mengeluhkan semakin panasnya suhu udara saat siang hari. “Temperatur suhu udara di kota Bojonegoro meningkat, seiring ditebangnya penghijauan di jalan-jalan protokol kota,” tulis pemilik akun sepenggal status yang diunggah, Selasa (1/9/2020).

Sisi lain, netizen juga ada yang mengunggah postingan di grup yang sama, seperti pemilik akun Moch Syafi’i Sip, yang mengatakan bahwa pemotongan pohon penghijaun yang dilakukan Pemkab Bojonegoro yakni untuk pembangunan drainase dan penataan drainase kota. Sehingga dia berharap, setelah pemotongan pohon penghijauan, drainase lebih tertata dan Bojonegoro lebih indah.

“Tahun kemarin sudah dicoba pembangunan drainase tidak menebang pohon penghijauan, karena pembersihan drainase ternyata akar pohon-pohon masuk ke drainase. Dibersihkan agar drainase bisa menampung run off air hujan,” tulisnya.

Sementara Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro, Hari Prasetyo mengungkapkan, pemotongan pohon penghijauan tersebut dilakukan guna mempercantik penataan kota dan pembangunan drainase. Selain itu, kata dia, pohon yang ditebang juga usianya sudah tua.

“Jadi nanti setelah ditebang akan diganti dengan tanaman yang lebih berwarna, jenis tabebuya. Dan penanamannya akan lebih dirapikan antarpohon diberikan jarak 2 sampai 3 meter,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Hari, pihaknya sedang menyiapkan media tanam. Nantinya, tabebuya itu ditanam di pot yang besar. Ukuran pohon baru yang ditanam adalah diameter 10 sampai 20 sentimeter, dengan tinggi pohon 3 sampai 4 meter. “Pohon tabebuya ini juga sebagai pohon peneduh,” terangnya.

Sekadar diketahui, beberapa pohon penghijauan yang ditebang ini jumlahnya ratusan. Di Jalan Gajah Mada ada 262 pohon yang ditebang di kanan dan kiri jalan. Penebangan juga dilakukan di Jalan Diponegoro, Untung Suropati, Panglima Sudirman dan Jalan Kartini. [lus/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar