Peristiwa

Soal Larangan Pakaian Natal, Wali Kota Malang: Jangan Dibesar-besarkan

Salah satu pernak-pernik natal di MOG Malang.

Malang(beritajatim.com) – Imbauan dalam surat edaran pengelola Mall Olympic Garden (MOG) tentang dilarang memaksa menggunakan atribut natal bagi pegawai toko di mal ramai dibincangkan warganet. Imbauan itu sebenarnya untuk pakaian yang melekat di badan bukan pernak-pernik hiasan natal.

Imbauan ini pun telah diklarifikasi oleh pengelola mal. Bahwa, imbauan dibuat agar pemeluk agama lain tidak melanggar ajaran dalam agamanya. Selain itu, imbauan dibuat sebagai penghormatan dan upaya menjunjung toleransi antar umat beragama.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan bahwa imbauan itu dibuat oleh internal pengelola mal bukan dibuat oleh pemerintah Kota Malang. Sutiaji menegaskan selama ini tidak pernah ada aksi sweeping atribut natal di Kota Malang.

“Ini kan dari internal sendiri, selama ini Malang tidak pernah ada sweping. Kalau itu internal bukan domain kami,” ujar Sutiaji.

Menurut Sutiaji, selama ini toleransi antar umat beragama di Malang berjalan dengan baik. Umat beragama di Kota Malang hidup berdampingan, damai dan rukun. Untuk itu, dia meminta publik tidak perlu memperbesar polemik imbaun larangan berpakaian natal bagi muslim.

“Kehidupan umat beragama disini rukun. Di Kota Malang itu nomor satu kerukunan umat beragama. Jangan dibesar-besarkan,” ujarnya.

Tenant Relation MOG, Pepthina Magdalena mengatakan, surat edaran ini tidak dipersoalkan oleh pemilik atau penyewa tenan di MOG. Namun, surat edaran justru ramai diperbincangkan netizen di media sosial. Dia mengungkapkan bahwa imbauan ini bukan kali ini saja, tapi sudah berjalan sekitar 4 tahun terakhir.

“Imbauan bukan hanya kami keluarkan tahun ini, ini sudah ketiga atau keempat kali mengeluarkan ini, dan sebelumnya tidak ada masalah dari penyewaa kami. Jadi dengan surat edaran ini, disarankan tolong tidak menggunakan atribut. Kalau pasang hiasan, ya tidak ada masalah kami juga pasang,” tandasnya. (luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar