Peristiwa

Soal Kali Lamong, GP Ansor Gresik Rekomendasikan Tiga Keputusan

Gresik (beritajatim.com) – Pasca meluapnya banjir Kali Lamong yang menerjang wilayah Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Menganti, Kedamean serta Kecamatan Kebomas, ormas kepemudaaan GP Ansor merekomendasikan tiga keputusan.

Ketua PC GP Ansor Gresik Agus Junaidi Hamzah mengatakan, ketiga keputusan tersebut merupakan hasil rapat menyikapi dampak banjir Kali Lamong yang secara material maupun imaterial merugikan masyarakat.

“Pertama, kami mendesak DPRD Gresik membentuk pansus Kali Lamong selambat-lambatnya 2×24 jam. Kedua, mendesak eksekutif dalam hal ini bupati lebih serius menangani persoalan Kali Lamong. Ketiga meminta Gubernur Jatim segera mengkordinasikan banjir Kali Lamong yang masuk kategori kejadian luar biasa,” katanya, Sabtu (18/1/2020).

Jika rekomandasi tersebut tidak diindahkan, maka GP Ansor Gresik melakukan pengerahan massa. Sebab, permasalahan banjir Kali Lamong dampaknya sudah mengganggu aktivitas perekonomian maupun aktivitas warga yang terdampak.

“Ratusan hektar lahan sawah dan tambak yang terkena banjir mengalami kerusakan. Hal yang sama pada jalan kabupaten serta jalan desa rusak. Juga fasilitas umum lain berupa sekolah, masjid dan musala yang terkena imbas. Bahkan, usaha kecil dan menengah lumpuh saat banjir,” ujarnya.

GP Ansor Gresik juga merinci, dalam setahun terjadi banjir enam kali. Dengan asumsi sekali banjir kerugian mencapai kisaran Rp27 miliar. Berarti enam kali banjir, kerugian mencapai estimasi Rp182 miliar. “Dua tahun lalu, GP Ansor Gresik pernah menyampaikan persoalan ini. Ternyata, belum ada keseriusan bagi pemangku kebijakan hingga sekarang,” pungkas Agus. [dny/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar