Peristiwa

SMAN 3 Ponorogo Kebanjiran, Guru dan Siswa Kerja Bakti Bersihkan Kelas

Ponorogo (beritajatim.com) – Hujan deras yang mengguyur sejak Kamis (27/2/2020) sore hingga malam kemarin, menyebabkan banjir di SMAN 3 Ponorogo. Sebagian besar wilayah sekolah terendam air hingga Jumat (28/2/2020) pagi ini.

Alhasil, kegiatan belajar mengajar (KBM) belum bisa dimulai. Guru dan para siswa bekerja bakti untuk membersihkan ruang kelas maupun halaman yang tergenangi air. “Geografis sekolah ini memang tanah yang di belakang rendah. Sehingga jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir,” kata Kepala SMAN 3 Ponorogo Sugiyanto, saat ditemui beritajatim.com, Jumat pagi.

Dia menyebut total ada 30 ruangan yang terdampak banjir, namun hanya 10 ruangan yang terdampak cukup parah. Dirinya mengaku sejak Kamis malam stanby di sekolah untuk memantau pergerakan air.

Sugiyanto mengungkapkan jika pada pukul 03.00 pagi, air sudah setinggi lutut. Namun mulai pukul 06.00 air mulai surut, sehingga diputuskan pukul 08.00 dilakukan kerja bakti untuk membersihkan sisa air yang masih menggenang. Baik itu yang ada di dalam ruangan maupun halaman. “Baru pukul 08.00 tadi dilakukan kerja bakti, karena airnya sudah mulai surut. Sehingga lebih optimal dalam membersihkan ruangannya,” katanya.

Diakui Sugiyanto geografis tanahnya rendah menyebabkan sekolahnya menjadi langganan banjir. Berbekal pengalaman itulah, pihaknya sudah memindahkan laboratorium fisika maupun biologi ke ruangan yang lebih aman dari banjir. “Jadi kerugian materil yang ditimbulkan dari banjir ini tidak seberapa. Karena tidak ada alat-alat yang rusak,” pungkasnya.(end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar