Peristiwa

Siswa SMP Kota Malang Diduga Jadi Korban Perundungan Hingga Jari Nyaris Amputasi

Kepala Sekolah SMPN 16 Kota Malang, Samsul Arifin.

Malang(beritajatim.com) – Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) 16 di Kota Malang bernisial MS diduga menjadi korban perundungan hingga kekerasan oleh sesama pelajar di sekolah itu. Bahkan, kabarnya jari tengah sebelah kanan milik MS mendapat rujukan medis untuk amputasi.

Selain tangan, beberapa anggota tubuh MS juga mengalami luka lebam. Kasus ini pun viral di media sosial. Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Malang kemudian turun tangan dengan melaporkan peristiwa ini ke Polresta Malang Kota, pada Sabtu, (1/2/2020).

“Saya memang melihat memang ada dugaan kekerasan, saya lihat di tangan dan kakinya. Kepolisian akan memproses secara hukum,” kata Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata, Senin, (3/1/2020).

Leo pun telah mendatangi korban yang kini dirawat di Rumah Sakit Lavalette Kota Malang. Leon telah meminta tim medis untuk melakukan visum terhadap MS. Bila terbukti ada tindakan kekerasan, polisi bakal menindak tegas pihak yang terkait dugaan kekerasan ini.

“Nanti kita dampingi, karena ini melibatkan anak di bawah umur, jadi yang menangangi dari unit PPA, termasuk pendampingan dari perlindungan anak. Semua tetap sesuai aturan. Kita tunggu hasil visum dari korban,” papar Leo.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 16 Kota Malang, Samsul Arifin menganggap dugaan kasus perundungan ini sebagai hal yang tidak disengaja. Dia menganggap apa yang dialami oleh MS karena bercanda yang keterlaluan. MS diduga menerima perundungan dari tujuh rekan sekolahnya.

“Saya yakin ini bukan kesengajaan, hanya gurauan anak sebaya. Saya yakin ini hanya gurauan anak, mungkin saja tangannya terinjak. Korban dan temannya merupakan teman ekstrakurikuler sekolah Badan Dakwah Islam (BDI) dan Pramuka,” tandasnya. (luc/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar