Peristiwa

Simulasi: Wanita Hamil Terjebak di Tengah Banjir Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Hujan deras yang terjadi di Kabupaten Banyuwangi membuat satu daerah terendam banjir yakni di Lingkungan Kramat, Kelurahan Karangrejo. Satu daerah ini terendam banjir dengan ketinggian beragam.

Akibatnya, pemukiman warga tak dapat ditempati karena air masuk ke dalam rumah. Bahkan, ada sebagian rumah yang mengalami kerusakan cukup parah.

Lalu, bagaimana dengan kondisi warga yang menempati daerah tersebut? Ada warga yang selamat, mengungsi ada juga yang masih terjebak dalam kubangan banjir.

Bagi yang selamat, pemerintah setempat telah menyediakan tenda darurat untuk menampung para pengungsi. Sedangkan yang masih terjebak, sejumlah petugas gabungan dari TNI-Polri, Basarnas, BPBD Banyuwangi maupun dinas terkait sedang melakukan langkah penyelamatan.

Sejumlah alat disiapkan untuk melakukan penyisiran termasuk perahu karet dari masing-masing satuan. Operasi penyelamatan dilakukan dengan cara mencari titik-titik teparah diterjang banjir.

Hasilnya, sejumlah warga masih terjebak di dalam banjir. Bahkan beberapa dari mereka ada yang terluka bahkan hamil tua.

Semua warga dievakuasi satu persatu untuk mendapat pertolongan. Bahkan, warga yang akan melahirkan juga selamat beserta bayinya.

Petugas menyiapkan peralatan kesehatan serta dokter yang standby untuk memberikan pertolongan. Mereka juga dilengkapi ambulance tandu, oksigen serta obat-obatan.

Bagi pengungsi juga telah berdiri sebuah dapur umum yang didatangkan oleh Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Dinas Sosial Banyuwangi. Selain dapat makanan, warga juga mendapat kebutuhan dasar seperti selimut, bantal perlengkapan bayi dan lainnya.

Ini hanyalah sebuah latihan simulasi petugas gabungan dalam menghadapi bencana di Banyuwangi. Tujuannya, kesiapsiagaan petugas dalam mengambil keputusan saat terjadi bencana.

“Jadi ini adalah kegiatan simulasi SAR gabungan dari TNI-Polri, dari Basarnas hingga tagana. Yang terpenting dari kegiatan ini adalah penanganan dalam bencana banjir. Bagaimana tadi sudah kita sampaikan urutannya penanggulangan saat terjadi banjir,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin, Senin (6/1/2020).

Sementara itu, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Inf Yuli Eko Purwanto mengatakan SAR gabungan untuk mengetahui tugas pokok dan aksi saat terjadi bencana khususnya banjir. “Ini semacam latihan untuk saling tau bagaimana penanganan dan tugas saat terjadi bencana. Jadi dengan begini semua tau tugasnya harus apa dan bagaimana, kalau gak latihan kayak gini ya gak tau.  Jangan sampai terjadi kurang koordinasi antar satuan,” terangnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi mengidentifikasi adanya ancaman bencana banjir di wilayahnya. BPBD Banyuwangi mencatat terdapat 10 kecamatan dari 25 kecamatan rawan terjadi bencana.

“Dari 10 kecamatan itu tadi semuanya adalah daerah yang berdekatan dengan muara sungai, contohnya Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Blimbingsari, Muncar, Rogojampi, Purwoharjo, Pesanggaran, Siliragung, dan lainnya,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi Eka Muharam Suryadi.

Sementara itu, Banyuwangi juga rawan akan terjadi tanah longsor. Terutama daerah yang berada di ketinggian atau daerah lereng gunung.

“Potensi tanah longsor dan banjir bandang bisa saja terjadi di Banyuwangi. Karena kita mengantisipasi hutan di lereng gunung Ijen pasca kebakaran beberapa waktu lalu. Di sana ada ribuan lahan terbuka sehingga berpotensi terjadi banjir dan longsor,” pungkasnya. (rin/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar